Empat relawan kemanusiaan raih “Bung Tomo Award”

Empat relawan kemanusiaan raih “Bung Tomo Award”

Surabaya  – Empat relawan kemanusiaan meraih penghargaan “Bung Tomo Award” 2013 karena dinilai mampu menanamkan nilai kejuangan, kepahlawanan, dan kebangsaan dalam menghadapi berbagai persoalan saat ini.“Mereka layak mendapatkannya karena telah menanamkan jiwa seperti Bung Tomo dulu. Bedanya, dulu melawan penjajah, tapi saat ini melawan persoalan yang selama ini dihadapi langsung oleh masyarakat,” ujar Gubernur Jatim Soekarwo ketika ditemui usai gelaran “Bung Tomo Award” di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat malam.

Mereka adalah Mansur Hidayat dari kategori seni budaya. Pria asal Lumajang yang memiliki usaha kuliner kecil-kecilan ini dinilai sangat berperan dengan penemuan fakta sejarah Situs Biting atau Benteng di Lumajang.

Kemudian dari ketegori sosial yakni KH Rafiudin. Pria asal Sumenep yang sehari-hari berprofesi sebagai guru sembari berdagang mente tersebut dinilai sangat berjasa dengan membantu pengelolaan air minum. Sumur air yang dibuatnya kini dimanfaatkan cuma-cuma oleh lebih dari 300 keluarga untuk kebutuhan sehari-hari.

Ketiga yakni Mohammad Rothmianto dari kategori pendidikan. Pegawai Negeri Sipil yang setiap harinya menjaga perpustakaan di sebuah SD Negeri di Magetan tersebut dinilai berjasa karena berhasil menciptakan software e-DDC. Software untuk membantu pustakawan atau petugas perpustakaan menentukan nomor klasifikasi secara lebih mudah dari pada menggunakan sistem manual dan bisa diunduh gratis.

Terakhir yakni dari kategori Lingkungan Hidup yakni Achmad Guntur. Pemilik toko yang rumahnya tidak jauh dari kawasan industri di Gresik ini membantu memperjuangkan warga yang mayoritas sebagai petani agar terbebas dari limbah cair milik pabrik-pabrik di sekitar sawah tanpa mengharap imbalan apapun.

“Kita harus bangga memiliki orang seperti mereka. Saya yakin di Jatim pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya, masih banyak orang-orang dengan tingkat kemanusiaannya sangat tinggi,” kata Pakde Karwo, sapaan akrab gubernur.

Hadir dalam malam penganugerahan “Bung Tomo Award” istri Bung Tomo, Sulistina, yang ditemani putra kandungnya, Bambang Sulistomo. Di samping itu, sejumlah pejuang menggunakan seragam veteran juga tampak.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini. Tapi yang perlu dicatat, bukan penghargaan semata yang dicapai, namun bagaimana masyarakat mampu meneladani bentuk pahlawan-pahlawan bangsa,” kata Bambang Sulistomo.

Sementara itu, Ketua Panitia Yousri Nur Radja Agam mengatakan, panitia sebelummnya menerima usulan dari masyarakat sebanyak 38 tokoh kemanusiaan. Setelah disaring, hanya 13 tokoh yang masuk dan dianggap sangat layak.

“Semula kami memiliki 38 tokoh yang dinilai layak. Namun, oleh tim juri disaring 13 tokoh dan hanya empat orang di tiap bidangnya yang mendapat penghargaan. Sama seperti gelaran dua kali sebelumnya, penghargaan melibatkan usulan masyarakat untuk mencari sosok yang tepat mendapatkannya,” kata dia. atn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *