Dirut Pertamina Diperiksa KPK

Dirut Pertamina Diperiksa KPK

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan, Senin (4/11) hari ini. Karen akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap kegiatan hulu minyak dan gas yang melibatkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) nonaktif, Rudi Rubiandini.

“Diperiksa sebagai saksi,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha. KPK memeriksa Karen karena dia dianggap dapat memberikan informasi seputar kasus Rudi. Selain Karen, KPK hari ini memanggil saksi lain.

Ini merupakan panggilan pertama yang diberikan KPK kepada Karen. Diduga, Pertamina memiliki keterlibatan dengan SKK Migas dari PT Pama Raya Group.  PT Parna Raya Group merupakan perusahaan perdagangan minyak (trading) di Indonesia yang sebagian besar melayani perusahaan minyak dan gas seperti Pertamina, Total E&P Indonesie, Unocal, Vico, PT Caltex Pacific Indonesia.

Di antara saksi yang juga diperiksa pada hari ini adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno, pegawai SKK Migas Gerhard Marten Rumeser, serta dua pegawai PT Parna Raya, yaitu Arta Meris Simbolon dan Marihard Simbolon.

Dalam kasus dugaan suap ini, Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dan pelatih golf-nya Deviardi alias Ardi, diduga menerima suap dari petinggi PT Kernel Oil Private Limited (KOPL) Simon G Sanjaya terkait kegiatan yang termasuk lingkup atau wewenang SKK Migas. KPK juga menetapkan Deviardi dan Simon sebagai tersa

Waryono terlihat mendatangi Kantor KPK pada pukul 08.20 dengan mobil Innova hitam dan mengenakan kemeja batik berwarna biru. Saat dikonfirmasi terkait pemeriksaannya hari ini, Waryono enggan berkomentar dan hanya melambaikan tangan.

Terseretnya nama Waryono Karno dalam kasus ini bermula dari penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK di ruang kerjanya. Dalam penggeledahan itu ditemukan uang tunai sebesar US$ 200.000 di tas kecil berwarna hitam yang tergeletak di ruang kerja Waryono.

Sebelumnya, KPK juga telah melakukan rekonstruksi penangkapan SKK Migas nonaktif Rudi Rubiandini, pada Jumat (4/10) lalu. Biasanya dalam penanganan kasus di KPK, tak lama berselang setelah dilakukannya proses rekonstruksi, berkas kasus tersebut akan segera dilimpahkan ke pengadilan (P21). Hingga rekonstruksi tersebut dilakukan, KPK baru menjadwalkan pemeriksaan perdana terhadap Waryono pada (21/10) lalu.

Kasus ini bermula dari peristiwa tangkap tangan yang dilakukan penyidik terhadap Rudi, petinggi PT Kernel Oil Pte Ltd Simon Gunawan Tanjaya dan swasta bernama Ardi pada 13 Agustus lalu.

Mereka ditangkap lantaran diduga baru saja melakukan serah terima sejumlah uang untuk pengurusan kegiatan di SKK Migas. Kini ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Rudi dan Ardi disangkakan pasal penerimaan suap, sedangkan Simon sebagai pemberi suap.spo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *