Diduga, Enam Warga Pelaku Rusuh di Jember Serahkan Diri

Diduga, Enam Warga Pelaku Rusuh di Jember Serahkan Diri

Bintang Pos, JEMBER – Enam warga asal Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban tewas, Eko Mardi, akhirnya menyerahkan diri. Keenam warga tersebut juga diduga terlibat langsung dalam konflik kerusuhan Puger, Rabu 11 September.  

Proses penyerahan diri kepada polisi itu atas arahan dari putera pengasuh Ponpes Darus Sholihin, Habib Isa Al-Habsy yakni Ustad Isa Mahdi sekaligus difasilitasi pihak pondok. Dia menuturkan, pihak Ponpes berusaha mendidik para jamaah dan santrinya dengan sikap jujur dan ksatria.

“Memang mereka melakukan kesalahan dan dilandasi emosi sesaat. Tetapi kita minta agar itu bisa dipertanggungjawabkan sesuai komitmen yakni hukum ditegakkan,” kata Isa Mahdi, Jumat (13/9/2013) petang.

Dia menambahkan, keenam warga tersebut disangka telah melakukan penganiayaan terhadap korban tewas atas nama Eko Mardi. Ustad Isa Mahdi berharap bahwa dengan penyerahan diri keenam warga tersebut bisa mengakhiri konflik antar kelompok umat beragama di Puger.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus seperti ini. Kami minta polisi mengusut tuntas kasus ini. Kita tutup kasus ini dan mari kita hidup damai berdampingan tanpa konflik lagi, tidak ada yang diuntungkan atas kasus itu, semua sengsara,” katanya dengan raut mata berkaca-kaca.

Kini keenam warga itu diproses hukum dan ditahan di Polres Jember.
Sebelumnya, kerusuhan di Puger terjadi Rabu 11 September. Sejumlah fasilitas bangunan di Ponpes Darus Sholihin asuhan Habib Ali Al-Habsy hancur berantakan. Kerusakan nampak pada kaca masjid, pemondokan santri, rumah Habib Ali, sekolahan, mimbar khotib Jum’at, lampu dan beduk masjid.

Sedangkan 41 sepeda motor milik wali murid Ponpes Darus Sholah yang diparkir di halaman masjid juga dirusak dan 3 diantaranya hangus dibakar akan diperbaiki. Kerugian atas kerusakan diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Hingga tadi, situasi di Desa Puger Kulon Kecamatan Puger sudah berangsur kondusif. Sebanyak 1.000 personel Polri dan 800 dari TNI masih dikerahkan untuk mengantisipasi kerusuhan susulan.(okz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *