https://kinganddukeatl.com

https://greenopportunities.org

https://www.bunzburgerz.com

https://www.depotbaltimore.com

https://eis.yru.ac.th/-/dragon222/

https://booking.yru.ac.th/-/rajagacor/

Di Malang, Harga Cabai Sama dengan Daging Sapi – nusantara7

https://kinganddukeatl.com

https://greenopportunities.org

https://www.bunzburgerz.com

https://www.depotbaltimore.com

https://eis.yru.ac.th/-/dragon222/

https://booking.yru.ac.th/-/rajagacor/

Di Malang, Harga Cabai Sama dengan Daging Sapi

Di Malang, Harga Cabai Sama dengan Daging Sapi

Bintang Pos, Surabaya – Memasuki bulan Ramadhan, harga cabai di wilayah Kota Malang terus naik. Bahkan harganya kini mencapai Rp 85 ribu per kilogram atau menyamai harga daging sapi. Padahal, sepekan lalu, harga cabai masih Rp 41 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Malang, Hadi Santoso mengatakan, kenaikan harga cabai disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya kebutuhan masyarakat yang meningkat memasuki bulan Ramadhan. “Stok menipis, kebutuhan meningkat, otomatis harga juga akan melonjak,” kata Hadi Santoso saat ditemui wartawan di Balai Kota Malang, Senin (15/7/2013).

Menipisnya stok cabe, sambungnya, disebabkan anomali cuaca, sehingga menyebabkan banyak petani yang gagal panen. “Meski langka, seharusnya harga cabai jangan sampai di atas Rp 50 ribu per kilogramnya,” tutur pria yang kerap disapa Soni ini.

Untuk itu, pihaknya menghimbau pedagang agar tidak menimbun cabai, sebab penimbunan cabai justru akan semakin membuat harganya melonjak. “Stok cabai Kota Malang saya kira masih cukup sampai Lebaran, jadi tidak perlu menimbun. Kasihan masyarakat,” katanya.

Ditanya soal target penurunan harga cabai, Disperindag Kota Malang berharap bisa turun hingga Rp 30 ribu per kilogram. Namun sayang kewenangan Disperindag untuk harga cabai terbatas tidak seperti pada harga sembako. “Idealnya harga cabai itu seharusnya Rp 20 ribu per kilogramnya. Tetapi kami juga tidak bisa terlalu jauh mengendalikan karena itu sudah permainan pasar,” tandas mantan Kepala Dinas PU Kota Malang ini.

Sementara itu, menurut Riana, salah satu pedagang di Pasar Besar Malang, kenaikan harga cabai tergantung paskokan. Jika pasokan banyak maka harganya tidak akan melambung terlalu tinggi. Namun jika pasokan sedikit, maka kenaikan harga akan tinggi.

“Kenaikan itu karena penawaran dari distributor yang menaikkan harga secara tiba-tiba. Pasokan cabai dari distributor berkurang, jika biasanya satu kuintal per hari, saat ini hanya 50 kilogram per hari,” tuturnya. (bjt)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *