Bus Suroboyo siapkan kursi khusus perempuan demi antisipasi pelecehan

Bus Suroboyo siapkan kursi khusus perempuan demi antisipasi pelecehan

N7,Surabaya – Meski menyandang predikat kota terbesar kedua, transportasi publik di Surabaya belum selengkap kota lain. Surabaya baru memiliki Suroboyo Bus dan Trans Semanggi Suroboyo. Selain itu, Surabaya belum mempunyai kendaraan umum khusus perempuan.

Sejatinya, angkutan khusus bagi perempuan sangat dibutuhkan. Fungsi kendaraan itu memberikan rasa aman serta mencegah kemungkinan terjadinya tindak pelecehan seksual terhadap kaum perempuan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Tundjung Iswandaru menyampaikan, Surabaya memang belum memiliki armada bus khusus perempuan seperti Transjakarta. Namun, pihaknya sudah memberikan ruang khusus di dalam bus bagi penumpang perempuan. ”Penumpang perempuan kami sediai kursi di depan dekat sopir,” ujarnya.

Kursi bagi penumpang perempuan itu punya tanda khusus. Warnanya pink. Penumpang pria tidak diperbolehkan duduk di kursi tersebut. ”Kami optimalkan area khusus perempuan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono meminta Dishub Surabaya menambah jumlah kondektur di dalam bus untuk memberikan rasa aman bagi penumpang. ”Saya yakin jika sudah aman, banyak penumpang naik juga,” ujarnya.

Catatan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, angka kekerasan seksual terhadap perempuan pada 2021 mencapai 668 kasus. Data itu sebagaimana yang terlapor dalam aplikasi Simfoni yang dimiliki oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Dari jumlah kasus tersebut, terbanyak terjadi di Kabupaten Sidoarjo, dengan jumlah 89 kasus. Sebagian besar adalah kekerasan seksual secara fisik seperti pemerkosaan. Selain itu juga ada verbal atau ucapan.jp

Kampung Bahasa di Gresik akan hadir dengan konsep belajar sambil wisata

Kampung Bahasa di Gresik akan hadir dengan konsep belajar sambil wisata

N7,Gresik – Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik membuat terobosan. Yakni, membuat kampung bahasa. Tapi, lokasinya di Pulau Bawean. Oktober mendatang program itu bakal diluncurkan. Setiap liburan semester, para siswa jenjang SMP bisa memanfaatkan kampung itu untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris sambil berwisata.

Kampung bahasa itu nanti diharapkan menjadi tempat berinteraksi dengan menggunakan bahasa Inggris. Artinya, setiap siswa yang datang ke sana wajib memakai bahasa internasional itu untuk berkomunikasi. ’’Kemarin sudah survei lokasi, rencananya kami buka mulai Oktober, bersamaan dengan tengah semester,” kata Kepala Dispendik Gresik S. Hariyanto.

Dia menjelaskan, Oktober nanti masing-masing SMP akan mengirimkan perwakilan ke Pulau Bawean. Tepatnya, di Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak. Di situlah kampung bahasa itu berada. Para siswa itu akan menjadi uji coba kampung bahasa tersebut. “Karena masih awal, nanti melalui MKKS dikoordinasikan satu sekolah mengirimkan satu siswa,” ucap Hariyanto.

Para siswa akan bermukim di kampung bahasa itu selama 2-3 minggu. Dalam kesehariannya, siswa dituntut menggunakan bahasa Inggris. Tujuannya, tentu saja sebagai upaya peningkatkan mutu anak didik dan pendidikan di Gresik. “Jadi gambarannya, di sana bisa belajar bahasa Inggris sekaligus mengenalkan wisata Bawean yang sangat berkelas itu,” imbuhnya.

Saat ini, lanjut dia, para mentor bahasa sudah disiapkan tim Dispendik. Ada sejumlah orang yang menjadi mentor sekaligus memberikan mensosialisasikan ke warga setempat. ’’Para mentor itu akan memberikan pembelajaran bahasa Inggris dalam keseharian,’’ paparnya.

Menurut Hariyanto, saat berada di kampung bahasa itu para siswa dijamin tidak akan bosan. Sebab, lokasinya cukup nyaman. Ada sejumlah gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai sambil belajar. “Ini sebagai pilot project. Setelah itu, kami evaluasi dan kemudian kami sempurnakan. Mungkin bisa berjalan efektif tahun depan,” katanya.

Apabila sudah aktif, kampung bahasa itu dapat dikunjungi sekolah-sekolah di Gresik setiap libur semester. Sebab, libur semester adalah waktu yang pas. Selain tidak mengganggu kegiatan pembelajaran, juga para siswa bisa menikmati wisata Bawean.

’’Kami berharap ke depan para siswa di Gresik menjadi jago berbahasa Inggris. Bahasa yang di era saat ini menjadi sebuah keniscayaan,” pungkas Hariyanto.jp

Madiun punya pontensi, Sandiaga Uno dukung jadi kota kreatif

Madiun punya pontensi, Sandiaga Uno dukung jadi kota kreatif

N7,Madiun – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mendukung Kota Madiun, Jawa Timur, untuk menjadi kabupaten/kota (KaTa) kreatif sebagai upaya mengembangkan potensi ekonomi kreatif di Indonesia.

“Kota Madiun memiliki potensi untuk menjadi kota kreatif yang dikemas dalam konsep ‘Kota Pendekar’ atau Warrior City,” ujar Sandiaga Uno saat berkunjung di Kota Madiun, Rabu malam (27/7).

Menurut dia, potensi subsektor ekonomi kreatif di Kota Madiun cukup baik untuk dikembangkan. Hal itu dilihat melalui keberadaan belasan perguruan pencak silat di wilayah setempat yang memiliki keunikan masing-masing dan dapat dikembangkan menjadi seni pertunjukan yang menarik.

“Nanti akan kita lakukan kegiatan Uji Petik Penilaian Kabupaten/Kota Kreatif (PMK3I), setelah itu kita perkuat ekosistemnya dan pada suatu saat kita akan daftarkan ke UNESCO sebagai Creative City,” katanya.

Kemenparekraf telah mengembangkan Program Pengembangan Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia sejak tahun 2016. Penetapan KaTa Kreatif Indonesia itu diharapkan mampu mendorong kabupaten/kota agar lebih inovatif, adaptif, dan kolaboratif dalam meningkatkan kinerja ekonomi kreatif demi memajukan kesejahteraan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Penetapan ini diharapkan menjadi pemicu kabupaten/kota untuk menggali dan mengembangkan ekonomi kreatif di daerah masing-masing,” katanya.

Wali Kota Madiun Maidi menyatakan siap menindaklanjuti arahan Menparekraf Sandiaga Uno tentang Kota Kreatif tersebut.

Menurutnya, Menteri Sandiaga memberikan dua pekerjaan rumah bagi Pemkot Madiun saat berkunjung ke Kota Madiun. Yang pertama adalah pekerjaan rumah untuk menyelenggarakan “event” tingkat nasional dan bahkan internasional tahunan di Kota Madiun sebagai ajang untuk menumbuhkan wisata dan ekraf di wilayah setempat. Hal itu karena Kota Madiun telah menjadi magnet bagi beberapa komunitas untuk menyelenggarakan MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition).

“Yang kedua adalah mewujudkan konsep kota kreatif sebagai Warrior City. Ini menjadi penyemangat kami untuk lebih bekerja keras dalam membangun Kota Madiun dan Insya Allah apa yang disampaikan Pak Menteri akan kami tindak lanjuti,” kata Wali Kota Maidi.

Selama di Kota Madiun, Menparekraf Sandiaga Uno bersama rombongan berkunjung di Balai Kota Madiun yang dilanjutkan meninjau miniatur patung Merlion Singapura di Taman Sumber Wangi dan miniatur Kabah Mekkah di Taman Sumber Umis sebagai bagian dari pengembangan “urban tourism” atau wisata perkotaan.

Kemudian Menteri Sandiaga Uno juga berkunjung ke Taman Wisata dan Edukasi Ngrowo Bening untuk mencicipi madu lebah klanceng hasil budi daya Pemkot Madiun yang melibatkan warga.ant

Kendaraan Videotron di pamerkan Diskominfo Situbondo di Jatim Kominfo Festival

Kendaraan Videotron di pamerkan Diskominfo Situbondo di Jatim Kominfo Festival

N7,Situbondo – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memamerkan inovasi unggulan-nya, yakni Kendaraan LED Videotron pada ajang Jatim Kominfo Festival (JKF) Tahun 2022.

Jatim Kominfo Festival ini dilaksanakan di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, mulai tanggal 25 hingga 28 Juli 2022. Kendaraan truk yang dimodifikasi menjadi videotron itu difungsikan dalam dunia penyampaian informasi digital.

“Dengan adanya kendaraan truk videotron yang dibeli menggunakan anggaran DBHCHT Tahun 2021 ini, pemerintah daerah akan lebih banyak memiliki variasi metode dalam melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan di Bidang Cukai,” ujar Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Situbondo, Dadang Aries Bintoro dalam keterangan tertulis diterima ANTARA, Selasa.

Penyampaian informasi dengan menggunakan kendaraan videotron ini, lanjut dia, merupakan sebuah terobosan baru di era digitalisasi, termasuk event seperti pameran maupun penyampaian informasi lainnya kepada masyarakat selama ini hanya dilakukan secara konvensional.

Menurut Dadang, sosialisasi menggunakan Kendaraan LED Videotron selain lebih efisien dan lebih atraktif, juga penyampaian informasi melalui videotron  akan lebih meminimalisir adanya sampah visual.

“Selain itu, karena bersifat mobile, maka kendaraan videotron akan dapat menjangkau sampai ke pelosok, sehingga target penyampaian informasi peraturan perundang-undangan kepada masyarakat akan lebih maksimal,” ucapnya.

Dadang menambahkan, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Situbondo berpartisipasi aktif dalam mengikuti seluruh rangkaian acara Jatim Kominfo festival 2022, mulai pameran komunikasi dan informatika se-Jawa Timur, sosialisasi pembinaan kelompok informasi masyarakat (KIM), forum infrastruktur TIK, forum walidata, workshop kehumasan, workshop relawan TIK.

“Wakil Bupati Ny. Hj, Khoirani hadir langsung acara pembukaan Jatim Kominfo Festival 2022 di Kota batu, pada Senin (25/7) kemarin,” ujarnya.ant

Per bulan siswa di Surabaya hanya dapat Bopda sebesar RP 87 ribu

Per bulan siswa di Surabaya hanya dapat Bopda sebesar RP 87 ribu

Nusantara7.com- Dewan mendesak Pemkot Surabaya menaikkan bantuan operasional pendidikan daerah (bopda). Sebab, nominal intervensi pemkot di bidang pendidikan itu dianggap terlalu kecil. Satu siswa hanya mendapatkan Rp 87 ribu per bulan.

”Kami mendorong agar nilai bopda dievaluasi lagi,” kata Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah kemarin (25/7).

Politikus PDIP itu menyampaikan, nominal bopda sudah waktunya dikaji. Sebab, nilai tersebut belum maksimal untuk memenuhi biaya kebutuhan operasional sekolah. Apalagi, nominal itu sudah berjalan selama tiga tahun. ”Kita usulkan untuk dinaikkan,” ucap Khusnul.

Berapa kenaikannya? Khusnul belum bisa mengungkapkan. Prinsipnya, jelas dia, harus ada kenaikan dari besaran saat ini yang hanya mencapai Rp 87 ribu per siswa per bulan. Namun, hal itu harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Selain itu, melihat kekuatan anggaran dalam APBD. ”Apakah anggaran memungkinkan, harus dikaji lagi,” imbuhnya.

Menurut Khusnul, nominal bopda yang minim belum banyak membantu kebutuhan operasional sekolah. Khususnya sekolah swasta. Apalagi satuan pendidikan dengan jumlah siswa minim. Mereka akan kesulitan untuk membiayai operasional lembaga. Mulai kebutuhan gaji guru, pengadaan sarana-prasarana, hingga biaya operasional rutin lainnya.

Dana tersebut juga dipakai siswa untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar. ”Prinsipnya harus dihitung ulang. Jangan sampai jadi beban APBD,” tuturnya.

Selain bopda, sekolah mendapat dana pendamping dari BOS yang bersumber dari APBN. Nominalnya Rp 104 ribu per anak per bulan. Nah, besaran bopda tidak boleh lebih banyak daripada nominal dana BOS.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Cahyo Siswo Utomo juga sepakat dengan kenaikan bopda. Alokasi dana itu berkaitan erat dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM). ”Khususnya sekolah swasta. Bopda menjadi nyawa bagi sekolah swasta,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya menyoroti pencairan bopda yang sering kali terlambat. Kondisi itu berdampak pada kelangsungan sekolah. Khususnya terkait dengan gaji guru. ”Pengajar sering sambat,” paparnya.

Kinerja bidang pendidikan menuai sorotan dewan. Selain bopda yang nilainya minim, legislatif juga tak puas dengan penyelenggaraan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2022. Sebab, masih banyak ditemukan siswa yang belum mendapatkan sekolah.

Dari catatan Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti, jumlah siswa yang belum mendaftar sekolah mencapai 11 ribu orang. Dispendik diminta segera memastikan pelajar itu, apakah mereka sekolah di luar kota atau mondok.

FUNGSI DAN KEGUNAAN DANA BOPDA

  • Meningkatkan kualitas belajar-mengajar
  • Membebaskan biaya pendidikan siswa tidak mampu
  • Membantu operasional sekolah
  • Mengurangi angka anak putus sekolah
  • Menuntaskan program wajib belajar 9 tahun.jp
Wagub Jatim pikirkan lalu lintas akibat fenomena Tunjungan Fashion Week

Wagub Jatim pikirkan lalu lintas akibat fenomena Tunjungan Fashion Week

N7,Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyarankan untuk memikirkan aspek lalu lintas terkait munculnya kreasi “Tunjungan Fashion Week” di Surabaya agar tidak mengganggu ketertiban masyarakat.

“Saya mendukung adanya kreasi fesyen di trotoar, tapi saya dengar di Tunjungan sampai bikin macet. Nah, saya selalu tekankan untuk memikirkan aspek lalu lintas menjadi penting,” ujarnya di Kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan Surabaya, Senin.

Menurut ia, fenomena “Tunjungan Fashion Week” merupakan hal positif dan menjadi bagian dari pergeseran peradaban terkait dunia mode.

Kalau dulu, kata Emil Dardak, peragaan busana hanya di tempat perbelanjaan atau di dalam gedung, namun saat ini beralih ke pinggir jalan.

“Ini membuktikan bahwa di trotoar pun orang bisa tampil fashionable. Semua juga bisa menikmatinya, tapi tetap jangan sampai mengganggu lalu lintas,” ucap suami Arumi Bachsin tersebut.

Orang nomor dua di Pemprov Jatim itu juga berharap pakaian diperagakan tetap mencerminkan budaya yang baik.

Sementara itu, tentang kegiatan Tunjungan Fashion Week yang sempat ramai pada akhir pekan kemarin, Emil Dardak meyakini Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memiliki format tepat untuk mewadahi kreativitas.

“Pak Eri pasti punya format bagaimana meramaikan Jalan Tunjungan dengan kreativitas anak-anak mudanya, tapi tidak membuat macet serta mengganggu ketertiban lalu lintas. Beliau pasti punya semangat mendukung kreativitas dan displin,” katanya.

“Anak-anak muda tenang saja dan Insya Allah ada solusi. Yang penting, mari jaga ketertiban umum dan nanti pasti diwadahi sembari mencari cara atau format tepat,” ujar mantan Bupati Trenggalek tersebut.

Sebelumnya, pada Ahad (24/7), Satpol PP Surabaya sempat membubarkan peragaan busana di Jalan Tunjungan yang mengadopsi “Citayem Fashion Week” di Jakarta.

Langkah tersebut dilakukan karena mereka dinilai mengganggu arus lalu lintas sehingga menimbulkan kemacetan.

“Kemarin kami hentikan kegiatan itu, bukan soal tidak pro-kreasi atau pro-kreasi khas anak muda. Tapi ini soal kebaikan bersama, kenyamanan pengguna jalan, dan aktivitas yang tidak menimbulkan kemacetan,” kata Wali Kota melalui akun Instagram @ericahyadi yang sudah terkonfirmasi di Surabaya, Senin.ant

Pemkab Sidoarjo harapkan KKN bisa membantu pembangunan daerah

Pemkab Sidoarjo harapkan KKN bisa membantu pembangunan daerah

N7,Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, meminta kepada mahasiswa untuk berkontribusi dan menerapkan ilmu yang didapat di kampus untuk membangun daerah melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN)

“Program kuliah kerja nyata (KKN) ini sebagai momen kepada mahasiswa untuk memberikan sumbangsih mereka dalam pembangunan di Kabupaten Sidoarjo,” kata Wakil Bupati Sidoarjo Subandi di Sidoarjo, Senin, di sela melepas program KKN Unusida yang diikuti sebanyak 433 mahasiswa.
Ia mengatakan pihaknya ingin menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di kampus bisa dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Subandi, dalam kegiatan itu Pemkab Sidoarjo sengaja mengundang beberapa kepala desa tempat mahasiswa mengabdi supaya bisa dilakukan sinkronisasi program kerja pembangunan pemerintah daerah.

“Saya titipkan anak-anak kepada saudara-saudara kepala desa supaya mereka bisa memberikan sumbangsih ilmunya untuk pembangunan pemerintah daerah,” ujarnya

Menurutnya, program KKN tersebut merupakan bekal mahasiswa menuju ke jenjang yang lebih serius di masa depan.

Ia mengajak untuk ikut membesarkan kampus-kampus yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo, salah satunya dalam kegiatan itu.

“Ketika KKN bekerjalah dengan profesional dan bawa baik-baik atas nama Nahdlatul Ulama sehingga bisa membawa karakter NU karena jika ini juga dilakukan maka akan terjadi peningkatan peningkatan,” katanya.

Plh. Rektor Unusida Hadi Ismanto mengatakan salah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat tersebut di antaranya pengolahan kulit kerang.

“Selama ini kulit kerang dibuang menjadi menjadi bahan olahan makanan yang dilaksanakan di Desa Bluru, Sidoarjo,” katanya.

Selanjutnya, pengembangan pembangunan yang dilakukan yaitu peningkatan potensi wisata di Desa Kalanganyar Sedati dengan mengemas kegiatan yaitu susur sungai.

“Kegiatan dilakukan dengan cara mengedukasi masyarakat sekitar. Sedikitnya ada 200 kegiatan sudah diunggah di Kanal YouTube,” ujarnya.

Pihaknya juga mengedukasi masyarakat menuju zona hijau bersama PCNU serta FKUB dimana pada waktu itu mendapat bantuan yang cukup besar yang dibagikan kepada 52 pesantren dan masyarakat berupa alat kesehatan pencegahan COVID-19.

Selanjutnya, yaitu program sistem manajemen sampah menggunakan insenerator pintar yang disingkat dengan SIMATA di Desa Ketegan, Sidoarjo.

“Kegiatan ini sudah ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten di mana anak-anak mahasiswa teknik membuat insenerator sendiri dengan biaya yang sangat terjangkau,” ujarnya.ant

Sembako jadi cara Pemkot Surabaya tarik minat warga vaksin booster

Sembako jadi cara Pemkot Surabaya tarik minat warga vaksin booster

N7,Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya mempunyai cara dalam menarik warga agar ikut vaksinasi penguat (booster). Yakni dengan memberikan sembako saat vaksinasi di Tanah Kali Kedinding, Kota Pahlawan, Jatim.

“Ini sebagai upaya untuk menarik minat warga melakukan vaksinasi penguat,” kata Lurah Tanah Kali Kedinding Kota Surabaya, Anggoro Himawan di Surabaya, Jumat (22/7).

Ia mengaku pihaknya ingin memberikan kemudahan bagi warga dalam mengakses layanan vaksinasi, sehingga digelar pada malam hari setelah warga pulang kerja. “Kalau pagi hingga sore, masyarakat masih sibuk bekerja. Kalau malam mereka banyak waktu luang. Apalagi, dengan doorprize, warga semakin tertarik mengikuti vaksinasi,” kata Anggoro.

Selain digelar pada malam hari, pelaksanaan vaksinasi penguat ini juga dilakukan secara bergantian di setiap Balai RW di Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kota Surabaya. Selama dua pekan digelar setiap hari paling tidak ada 150-200 warga yang mengikuti vaksinasi penguat tersebut.

“Setiap malam, ada satu atau dua RW di wilayah kami yang menggelar vaksinasi dosis ketiga. Kegiatan ini biasanya didominasi oleh ibu-ibu, karena mereka tertarik dengan hadiah berupa 1 liter minyak goreng atau 1 kg gula pasir dan telur ayam,” kata dia.

Pemilihan undian berupa sembako ini tidak asal pilih. Sebab, per lima warga yang mendaftar vaksinasi, baru dilakukan undian. Setiap undian, satu jenis sembako akan diberikan kepada warga. Sembako yang diberikan berasal dari sumbangan warga sekitar.

“Selain ada peraturan kewajiban vaksinasi penguat untuk aktivitas warga di ruang publik, kegiatan ini juga didukung oleh masyarakat sekitar dengan menyumbangkan sembako untuk undian. Setiap malam, kami menggelontorkan sekitar 10-15 item sembako, masing-masing warga mendapat satu item sembako dari hasil undian,” ujar dia.

Salah seorang warga yang ikut vaksinasi, Umi Rindra Ningsih, 58, mengaku senang, karena tidak menyangka mendapat undian berupa 1 liter minyak goreng. “Memang saya ingin melakukan vaksinasi penguat, karena saat awal pelaksanaan vaksinasi, saya sedang sakit. Maka, saya harus menunda dan alhamdulillah pulang-pulang dapat hadiah minyak goreng,” kata Umi didampingi anaknya, Eni (39) saat vaksinasi di Balai RW 4 Jalan Tanah Merah 1/28 Tanah Kali Kedinding, Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya meminta lurah dan camat untuk mempercepat vaksinasi Covid-19 dengan menyediakan vaksinasi penguat di setiap balai RT/RW di Kota Surabaya. “Teman-teman camat dan lurah saya minta untuk menyediakan tempat vaksinasi penguat, di Balai RW atau Puskesmas terdekat. Camat, lurah pasti tahu siapa saja yang belum vaksinasi,” kata Wali Kota Eri.

Menurut Eri, pelaksanaan vaksinasi penguat kali ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Surabaya mencegah penyebaran Covid-19 varian baru.jp

Ferry Silviana ketua PKK Kediri ajak para orang tua lengkapi imunisasi anak

Ferry Silviana ketua PKK Kediri ajak para orang tua lengkapi imunisasi anak

N7,Kediri – Tim Penggerak PKK Kota Kediri, Jawa Timur, mengajak agar orang tua melengkapi imunisasi pada anak, sebagai upaya memberikan perlindungan kesehatan pada mereka.

Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar mengemukakan imunisasi ini merupakan hal wajib yang dibutuhkan oleh tubuh.

“Imunisasi ini penting karena memiliki manfaat bagi tubuh yaitu dapat menurunkan morbiditas (angka kesakitan), dapat menurunkan mortalitas (angka kematian), dapat terhindar dari kecacatan dan eradikasi penyakit di suatu daerah atau negeri,” katanya di Kediri, Rabu.

Bunda Fey, sapaan akrabnya dalam pelaksanaan bulan imunisasi anak nasional di Kota Kediri mengatakan pemberian imunisasi untuk mendapatkan imunitas atau kekebalan anak secara individu.

Dirinya mengungkapkan pemberian imunisasi ini banyak kontroversinya. Ada orang yang anti dengan imunisasi, tidak ingin divaksin dan sebagainya. Hal tersebut tidak hanya terjadi saat akan dilakukan pemberian vaksin COVID-19. Bahkan jauh sebelum itu, penolakan terhadap imunisasi ini sudah ada.

Pihaknya terus melakukan edukasi agar mau orang tua mau melakukan pemberian imunisasi pada anaknya.

PKK Kediri juga sangat mendukung dan mendorong apabila ada anak-anak yang sampai sekarang ini belum mendapatkan imunisasi lengkap untuk segera melengkapi imunisasinya. Imunisasi anak ini bisa dilakukan di puskesmas ataupun pada dokter spesialis anak.

“Lengkapi imunisasi anak yang belum di bulan imunisasi ini. Mudah-mudahan bapak ibu yang hadir disini bisa bantu memberikan edukasi kepada masyarakat dan siapapun yang imunisasinya belum lengkap untuk bisa segera disusulkan. Mumpung ada kesempatan,” kata dia.

Dirinya juga berharap apa yang menjadi target pemerintah di bulan imunisasi anak nasional ini bisa segera tercapai.

Kegiatan bincang santai dalam rangka pelaksanaan bulan imunisasi anak nasional di Kota Kediri ini bertempat di Ballroom Hotel Lotus Garden, Kota Kediri dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Wiwien Purwitasari.

Turut hadir, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Fauzan Adima, Kepala UPTD Puskesmas se-Kota Kediri, TP PKK Kecamatan se-Kota Kediri, dan TP PKK Kelurahan se-Kota Kediri.ant

Saat subsidi dicabut Diperta himbau petani Probolinggo gunakan pupuk kandang

Saat subsidi dicabut Diperta himbau petani Probolinggo gunakan pupuk kandang

N7,Probolinggo – Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo Bambang Suprayitno mengimbau para petani menggunakan pupuk kandang saat subsidi tiga jenis pupuk, yakni ZA, SP-26 dan organik dicabut oleh pemerintah.

“Pemerintah sudah resmi memberlakukan pupuk subsidi hanya untuk jenis urea dan NPK sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian yang ditetapkan pada 6 Juli 2022,” katanya di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu.

Dalam Permentan tersebut disebutkan bahwa petani yang melakukan usaha tani subsektor tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan dengan lahan paling luas 2 hektare setiap musim tanam harus tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam SIMLUHTAN.

Kedua jenis pupuk bersubsidi itu diperuntukkan pada sembilan komoditas tanaman yang mempunyai inflasi tinggi meliputi padi, jagung, kedelai, cabe, bawang merah, bawang putih, tebu, kakao dan kopi.

“Dengan adanya ketentuan ini petani harus mulai banyak-banyak menggunakan pupuk kandang. Kemudian pupuk subsidi urea dan NPK. Itupun hanya untuk 9 komoditas tanaman yang mempunyai inflasi tinggi,” tuturnya.

Menurut dia, tiga jenis pupuk meliputi ZA, SP-26 dan organik sudah dilepas subsidinya, sehingga ketiga pupuk tersebut masuk dalam pupuk nonsubsidi.

“Untuk pupuk yang sudah dilepas subsidinya, apabila di kios masih ada maka bisa ditebus oleh petani tetap menggunakan HET (Harga Eceran Tertinggi) dan bisa dilakukan realokasi. Misalnya, ZA tidak terserap di kecamatan A, maka bisa direalokasi ke kecamatan lain,” katanya.

Ia menjelaskan untuk tiga pupuk yang sudah dilepas subsidinya per Juni 2022 tidak ada penebusan dari pupuk Indonesia dan alasannya tidak disubsidi itu berdasarkan kajian dengan adanya urea dan NPK sudah cukup, kecuali komoditas yang memang harus memakai pupuk nonsubsidi.

“Tiga jenis pupuk tersebut dilepas subsidinya mungkin karena dengan dua jenis pupuk Urea dan NPK saja sudah cukup untuk sembilan komoditas tanaman yang mempunyai inflasi tinggi,” ujarnya.

Bambang berharap petani bisa menggunakan pupuk secara bijak dan lebih banyak menggunakan pupuk organik buatan sendiri, sehingga nantinya penyluh pertanian lapangan (PPL) siap untuk mendampingi petani tentang tata cara pembuatan pupuk organik yang benar.

“Hingga saat ini masih belum ada regulasi terbaru yang mengatur tentang HET maupun alokasi pupuk bersubdidi untuk Kabupaten Probolinggo sehingga masih menggunakan HET dan alokasi sebelumnya untuk pupuk bersubsidi Urea dan NPK,” katanya.ant