Cara Hitung Berat Badan Ideal

Cara Hitung Berat Badan Ideal

Nusantara7.com, Jakarta – Berat badan merupakan tolak ukur untuk mengetahui apakah status bobot tubuh Anda normal, ideal, atau kelebihan (obesitas).
Menukil Medical News Today, cara hitung berat badan ideal bisa dilakukan dengan beberapa metode kalkulasi.

Memiliki berat badan ideal sama halnya dengan menjaga kesehatan jangka panjang. Berat badan yang terkontrol dapat menekan sejumlah risiko penyakit kronis.

Cara Hitung Berat Badan Ideal
Indikator menghitung berat badan ideal harus terdiri dari usia, tinggi badan, jenis kelamin, dan masih banyak lagi. Berikut sejumlah metode yang dapat Anda gunakan.

1. Metode body mass index (BMI)
Ilustrasi. Cara hitung berat badan ideal bisa dilakukan dengan beberapa metode kalkulasi. (Istockphoto/Urilux)
Indeks massa tubuh (BMI) adalah metode umum untuk menghitung apakah seseorang memiliki berat badan yang sesuai atau tidak.

Menurut National Institutes of Health (NIH), di bawah ini merupakan keterangan yang menunjukkan status berat badan setelah dihitung:

– BMI kurang dari 18,5 berarti kekurangan berat badan (underweight).
– BMI antara 18,5 sampai 24,9 sangat ideal (normal).
– BMI antara 25 sampai 29,9 adalah kelebihan berat badan (overweight).
– BMI lebih dari 30 menunjukkan obesitas.

Cara menghitungnya dapat langsung dicoba dengan kalkulator indeks massa tubuh dari laman berikut: https://www.nhlbi.nih.gov/health/educational/lose_wt/BMI/bmi-m.htm.

Nantinya, hasil kalkulator akan menampilkan keterangan status berat badan serta berat ideal yang direkomendasikan sesuai tinggi badan.

2. Metode waist to hip ratio (WHR)
Cara hitung berat badan ideal selanjutnya dengan menggunakan metode waist to hip ratio (WHR) yang membandingkan ukuran antara lingkar pinggang dan lingkar pinggul.

WHR merupakan alat ukur untuk mengetahui apakah berat badan seseorang berpengaruh pada risiko penyakit serius atau tidak, seperti diabetes dan jantung.

Berikut rumus WHR:
Lingkar Pinggang : Lingkar Pinggul = (hasil)

Keterangan pada Perempuan

– Di bawah 0,8: risiko rendah
– Dari 0,8 hingga 0,89: risiko sedang.
– Pada 0,9 atau lebih tinggi: risiko tinggi.

Keterangan pada Laki-laki

– Di bawah 0,9: risiko rendah.
– Dari 0,9 hingga 0,99: risiko sedang.
– Pada 1,0 atau lebih: risiko tinggi.

Metode WHR tidak direkomendasikan untuk orang dengan nilai BMI lebih dari 35, serta anak-anak di bawah 13 tahun.

3. Metode waist to height ratio (WtHR)
Ilustrasi. Ada beberapa cara hitung berat badan ideal yang bisa Anda ikuti. (Peter Belch via tookapic)
Waist to height ratio (WtHR) adalah metode menghitung berat badan dengan rasio pinggang dan tinggi badan untuk menilai risiko penyakit kardiovaskular atau penyakit komplikasi.

Kalkulasi WtHR dinilai sederhana, akurat, mudah, dan hasilnya cukup cepat. Lingkar pinggang dan tinggi badan bisa diubah ke satuan inci atau sentimeter terlebih dulu.

Berikut rumus WtHR:
Lingkar Pinggang : Tinggi Badan = (hasil)

Batas bawah nilai WtHR yaitu kurang dari 0,5 yang berarti berat badan Anda normal. Apabila lebih dari 0,5 maka risiko terkena penyakit berbahaya lebih tinggi.

4. Metode body fat percentage
Metode berikut menggunakan persentase lemak tubuh untuk menggambarkan kondisi berat atau massa lemak dalam tubuh seseorang secara umum.

Skala pengukuran body fat percentage terbagi menjadi empat, yaitu underfat (kekurangan lemak), healthy (normal), overfat (kelebihan lemak) dan obesitas.

Wanita berusia 20-79 tahun dengan hasil persentase lemak antara 21-35 persen berarti ideal. Pria berusia 20-79 tahun dengan hasil persentase lemak antara 8-24 persen berarti ideal.

Cara hitung berat badan ideal menggunakan metode body fat percentage sebaiknya memakai alat khusus supaya akurat. Meski ada rumus manual, tapi hasilnya hanya prediksi. cnn-dbs

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *