BPBD Bangkalan sebutkan Rawan bencana di 12 Kecamatan

BPBD Bangkalan sebutkan Rawan bencana di 12 Kecamatan

Nusantara7.com, Bangkalan  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur memetakan sebanyak 12 kecamatan di wilayah itu rawan terjadi bencana alam saat musim hujan seperti sekarang ini.

“Jumlah kecamatan yang rawan bencana ini, berdasarkan hasil pemetaan terbaru oleh tim lapangan, serta berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya,” kata Kepala Satuan Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pemkab Pamekasan Rizal Moris di Bangkalan, Sabtu.

Ke 12 kecamatan yang masuk kategori daerah rawan bencana itu masing-masing Kecamatan Kota Bangkalan, Kecamatan Blega, Arosbaya, Klampis, Burneh dan Kecamatan Socah.

Selanjutnya Kecamatan Kokop, Konang, Geger, Galis, Kecamatan Tanjung Bumi, dan Kecamatan Tragah.

“Jenis bencana alam yang sering terjadi, berupa banjir, tanah longsor dan angin kencang dan puting beliung,” katanya.

Bencana banjir rawan terjadi di Kecamatan Kota Bangkalan, lalu Kecamatan Blega, Arosbaya, Klampis, Kecamatan Burneh dan Kecamatan Socah.

Bencana tanah longsor rawan terjadi di Kecamatan Kokop, Kecamatan Konang, Geger, Galis, dan Kecamatan Tanjung Bumi.

“Kalau bencana angin puting beliung, berdasarkan pemetaan kami, itu rawan terjadi di tiga kecamatan,” katanya.

Masing-masing, Kecamatan Kota Bangkalan, lalu di Kecamatan Tragah dan Kecamatan Burneh, Bangkalan.

Rizal menjelaskan, khusus di kecamatan rawan bencana ini, pihaknya telah mempersiapkan tim khusus yakni tim tanggap darurat, gabungan antara BPBD Pemkab Bangkalan bersama petugas keamanan dari unsur kepolisian dan TNI.

BPBD Pemkab Bangkalan juga mengaktifkan sosialisasi terpusat tentang perkembangan cuaca melalui tim khusus penanggulangan bencana Pemkab Bangkalan, sehingga masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana bisa mengetahui lebih cepat apabila ada potensi bencana alam yang diperkirakan akan terjadi.

“Kami juga telah meminta aparat desa dan kecamatan menyediakan saluran komunikasi khusus, seperti grup-grup media sosial, sehingga bisa menjadi sarana informasi efektif dalam menyampaikan perkembangan situasi yang terjadi,” katanya, menjelaskan. anta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *