Bank Mandiri Siap Beli Bank Lain untuk konsolidasi

Bank Mandiri Siap Beli Bank Lain untuk konsolidasi

Jakarta  – Dirut PT Bank Mandiri (Persero) Budi Gunadi Sadikin, terus mendorong adanya konsolidasi perbankan. Alasannya, perbankan Indonesia bisa lebih siap menghadapi pasar bebas ASEAN sektor perbankan beberapa tahun lagi.

Bahkan, dirut bank pelat merah ini menganggap mayoritas bankir setuju kalau konsolidasi perbankan dilakukan.
“Kalau saya, apa pun harus konsolidasi deh. Apa pun (caranya), yang penting untuk persiapan 2020,” kata Budi seusai acara halal bihalal Mandiri di Jakarta, Senin, 4 Agustus 2014.
Dia pun mengusulkan adanya ada aturan berupa insentif dan disentif supaya bank tergerak untuk melakukan konsolidasi. Budi mencontohkan pembagian bank umum berdasarkan kelompok usaha (BUKU) perbankan.
“Misalnya, sistem BUKU itu bagus. Kalau bank kecil, operasinya terbatas (sehingga) harus tambah modal. Kan tidak bisa terus-terusan. Kalau tidak bisa (tambah modal), ya konsolidasi,” kata dia.
Budi mengklaim nyaris semua bankir menyetujui dorongan berbagai pihak, seperti Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kepada perbankan agar aksi ini terwujud.
“Intinya, mengarahkan agar konsolidasi itu terjadi. OJK dan BI sudah sama. Kalangan perbankan, seandainya disurvei, (ada) 90 dari 100 sudah bilang konsolidasi bagus. Saya kasihan Indonesianya sulit bersaing dengan bank asing,” kata dia.
Budi melanjutkan, pihaknya pun tak menutup kemungkinan untuk melirik bank lain selain BUMN. Dengan modal yang dimiliki, Rp80 triliun, bank BUMN ini menggelontorkan dana 10 persen untuk membeli saham bank yang diincarnya, yaitu sekitar Rp8-9 triliun.
“Modal kami sudah cukup (dan) butuh profit yang cukup. Sekarang tinggal opportunity-nya. Kalau ada kesempatan (konsolidasi bank) non-BUMN, kami juga tertarik. Intinya, itu pasti akan terjadi,” kata dia.vns

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *