PASURUAN — Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Jawa Timur terus mengintensifkan penguatan struktur partai hingga ke tingkat akar rumput. Kali ini, konsolidasi dilakukan bersama jajaran PPP se-Kabupaten Pasuruan sebagai bagian dari langkah memperkuat mesin organisasi dan kerja elektoral menuju Pemilu 2029.

Dalam kegiatan yang dihadiri 300-an kader PPP di Pasuruan, Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, M. Zainul Arifin, menegaskan bahwa penguatan partai tidak cukup hanya dilakukan melalui rapat dan konsolidasi organisasi. Seluruh kader harus mulai bergerak nyata, membangun komunikasi, memperluas jaringan, dan bekerja langsung di tengah masyarakat.
Cak Zainul mengingatkan seluruh kader agar tidak pernah kehilangan niat dalam berkhidmat di PPP.
Menurutnya, PPP merupakan partai yang memiliki sejarah panjang dan tidak terlepas dari perjuangan para ulama. Karena itu, setiap langkah kader harus dilandasi niat pengabdian dan perjuangan yang baik.
“Pertama, kita harus menjaga niat. Kita berada di Partai Persatuan Pembangunan yang merupakan bagian dari warisan perjuangan para ulama. Maka jangan sampai perjuangan kita kehilangan nilai pengabdian. Insyaallah, ketika niatnya benar, setiap gerakan kita memiliki nilai ibadah,” tegas Cak Zainul.
Namun, niat saja tidak cukup. Cak Zainul menekankan bahwa perjuangan politik juga membutuhkan kerja nyata.
“Kerja, kerja, dan kerja elektoral,” menjadi pesan yang terus ditekankan kepada seluruh jajaran PPP.

Menurutnya, dinamika menuju Pemilu 2029 akan semakin kompleks sehingga seluruh struktur partai harus mempersiapkan diri sejak sekarang. Karena itu, tidak boleh ada kader yang hanya menunggu instruksi atau bekerja ketika momentum pemilu sudah semakin dekat
“Pemilu 2029 dinamikanya akan luar biasa. Karena itu, kita membutuhkan kerja ekstra. Saya meminta seluruh kader benar-benar all out. Jangan menunggu 2029 baru bergerak. Mulai hari ini kita harus bekerja,” ujarnya.
Zainul bahkan mendorong agar komunikasi antarkader tidak dibatasi oleh sekat struktural. Ketua DPC, PAC, hingga pengurus ranting harus saling mengenal dan memiliki akses komunikasi satu sama lain.
Ia meminta jajaran PPP se-Kabupaten Pasuruan membangun jaringan komunikasi yang terbuka, termasuk saling memiliki nomor telepon dan membangun komunikasi langsung.
“Tidak boleh ada strata dalam komunikasi. Ketua dengan PAC harus bisa berkomunikasi. PAC dengan ranting harus dekat. Ranting dengan kader dan masyarakat juga harus terkoneksi. Jangan sampai struktur kita ada, tetapi orang-orangnya tidak saling mengenal,” tegasnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya DPW PPP Jawa Timur untuk memastikan struktur partai tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi benar-benar hidup di lapangan.
Penguatan struktur harus berjalan beriringan dengan kerja elektoral, pelayanan kepada masyarakat, kaderisasi, serta komunikasi yang intensif dari tingkat DPW, DPC, PAC hingga ranting.
Gerakan DPW PPP Jawa Timur ini sekaligus menjadi pesan kepada seluruh DPC di Jawa Timur agar tidak hanya menunggu momentum politik, tetapi mulai meniru pola kerja yang turun langsung ke bawah.
Sebab, kemenangan tidak dibangun dalam satu malam. Kekuatan partai lahir dari struktur yang hidup, kader yang bergerak, komunikasi yang terjaga, dan kerja elektoral yang dilakukan secara konsisten.
Dari Pasuruan, DPW PPP Jawa Timur kembali menegaskan satu pesan:
Jangan hanya memiliki struktur. Hidupkan strukturnya. Jangan hanya memiliki kader. Gerakkan kadernya Dan jangan hanya berbicara tentang Pemilu 2029. Mulai bekerja untuknya dari sekarang.
