100 paket konversi elpiji kepada petani Gresik

100 paket konversi elpiji kepada petani Gresik

Nusantara7.com, Gresik  – Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM dan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memberikan 100 paket konversi elpiji ke petani di Balai Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sebagai dukungan terhadap program konversi elpiji untuk petani.

Koordinator Pengawasan Infrastruktur Migas Ditjen Migas Kementerian ESDM Erikson Simanjuntak dalam siaran persnya di Gresik, Selasa, menyebutkan program konversi BBM ke elpiji 3 kg yang telah dilakukan sejak tahun 2016 adalah upaya agar nelayan dan petani di seluruh Indonesia dapat menikmati program subsidi dari pemerintah.

“Kami bersama Pertamina telah melakukan program tersebut sejak lima tahun lalu dan ditujukan kepada para nelayan dan petani di seluruh Indonesia untuk dapat menikmati program subsidi elpiji 3 kg dari pemerintah,” ujarnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Deden Mochammad Idhani menambahkan Pertamina akan selalu memenuhi kebutuhan stok elpiji 3 kg kepada para petani yang diberikan paket konversi tersebut.

Untuk target pada tahun 2021 adalah kepada sebanyak 3.546 paket konversi tersalurkan di Jawa Timur.

“Sebagai BUMN yang ditunjuk untuk menyediakan elpiji 3 kg bersubsidi, Pertamina melalui Sub Holding Commercial & Trading yaitu Pertamina Patra Niaga tentunya akan memenuhi kebutuhan stok elpiji tersebut. Terlebih, LPG 3 kg merupakan produk bersubsidi dan para petani merupakan salah satu objek pemberian subsidi oleh pemerintah,” kata Deden.

Terkait ketersediaan LPG sebagai bahan bakar utama, Deden menambahkan, bahwa saat ini Pertamina Patra Niaga juga terus memperluas jangkauan program One Village One Outlet (OVOO), yakni pemerataan pangkalan elpiji 3 kg yang menyasar tersedianya satu pangkalan di setiap desa atau kelurahan.

“Harapannya program konversi dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan manfaat besar bagi nelayan dan petani di Indonesia,” kata Deden. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *