SURABAYA, 21 Agustus 2026 — Keprihatinan mendalam terhadap kondisi Kalimantan akibat meningkatnya titik panas dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur menyerukan gerakan “Pray for Kalimantan”.
DPW PPP Jawa Timur mengajak seluruh kader, simpatisan, dan masyarakat Jawa Timur untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan masyarakat Kalimantan yang saat ini menghadapi ancaman karhutla dan kepungan asap di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data BMKG pada 20 Agustus 2026, terdeteksi 1.106 titik panas di Pulau Kalimantan. Rinciannya, 521 titik berada di Kalimantan Barat, 424 titik di Kalimantan Tengah, 103 titik di Kalimantan Timur, 40 titik di Kalimantan Selatan, dan 18 titik di Kalimantan Utara.
Sementara itu, data BNPB berdasarkan pantauan satelit NOAA-20 pada tanggal yang sama mencatat 1.487 hotspot di Kalimantan, dengan konsentrasi terbesar berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik dan Kalimantan Barat sebanyak 560 titik.
Perbedaan angka tersebut terjadi karena masing-masing lembaga menggunakan sumber dan metode pemantauan yang berbeda. Namun, kedua data tersebut sama-sama menunjukkan bahwa Kalimantan sedang menghadapi persoalan serius terkait tingginya aktivitas titik panas.
Ketua DPW PPP Jatim: Kalimantan Adalah Saudara Kita
Ketua DPW PPP Jawa Timur, H. Arif Minarko, S.H., menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi tersebut. Menurutnya, musibah yang terjadi di Kalimantan merupakan persoalan kemanusiaan yang harus mengetuk kepedulian seluruh anak bangsa.
“Kita mungkin berada di Jawa Timur, tetapi Kalimantan adalah saudara kita. Ketika saudara kita sedang menghadapi kepungan asap dan ancaman karhutla, maka kita tidak boleh hanya melihat dari kejauhan. Mari kita hadir dengan doa, kepedulian dan solidaritas,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh keluarga besar PPP Jawa Timur untuk menggelorakan doa bersama agar Allah SWT memberikan perlindungan kepada masyarakat Kalimantan.
“Mari kita bersama-sama mengangkat tangan. Semoga Allah SWT segera memberikan pertolongan, menurunkan hujan di wilayah yang membutuhkan, memadamkan titik-titik api, serta memberikan keselamatan kepada masyarakat, petugas dan relawan yang berada di garis depan,” ujarnya.
Sekretaris DPW PPP Jatim: Jangan Abaikan Dampak bagi Masyarakat
Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, M. Zainul Arifin, S.P., mengatakan tingginya titik panas tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan angka di dalam peta.
Menurutnya, di balik setiap titik panas terdapat potensi ancaman terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, serta kehidupan sosial masyarakat.
“Angka 1.106 titik panas yang terdeteksi BMKG harus menjadi alarm bagi kita semua. Di balik angka itu ada hutan, satwa, lingkungan dan masyarakat yang kehidupannya bisa terdampak. Karena itu, kita harus memberikan perhatian serius terhadap kondisi Kalimantan,” kata Zainul.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai penyebab kebakaran.
“Kita serahkan proses penanganan dan penegakan hukum kepada pihak yang berwenang. Yang terpenting saat ini adalah keselamatan masyarakat, pemadaman api, perlindungan lingkungan dan pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas,” tambahnya.
Bendahara DPW PPP Jatim: Perempuan dan Keluarga Harus Ikut Peduli
Sementara itu, Bendahara DPW PPP Jawa Timur, Hj. Umil Sulistyoningsih, S.Ag., mengajak kaum perempuan dan keluarga besar PPP untuk ikut menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat Kalimantan.
“Kita membayangkan bagaimana anak-anak, ibu-ibu, orang tua dan keluarga di Kalimantan harus menjalani aktivitas di tengah kondisi yang penuh kekhawatiran. Karena itu, mari kita doakan mereka. Jangan biarkan mereka merasa sendirian menghadapi ujian ini,” tutur Hj. Umil.
Menurutnya, kepedulian sosial harus ditanamkan mulai dari keluarga.
“Ajarkan kepada anak-anak kita bahwa Indonesia adalah satu keluarga besar. Ketika ada saudara kita terkena musibah, maka kita ikut merasakan, ikut mendoakan dan apabila ada kesempatan, ikut membantu,” ujarnya.
Ia berharap Allah SWT segera memberikan pertolongan kepada masyarakat Kalimantan.
“Semoga Allah SWT melindungi saudara-saudara kita di Kalimantan, menjaga anak-anak dan keluarga mereka, memberikan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak asap, serta memberikan kekuatan kepada petugas dan relawan yang bekerja di lapangan. Semoga hujan segera turun dan api segera padam,” harapnya.
“Kalimantan Tidak Sendiri”
DPW PPP Jawa Timur menegaskan bahwa seruan “Pray for Kalimantan” bukan sekadar slogan, melainkan bentuk solidaritas kemanusiaan dan doa dari masyarakat Jawa Timur untuk saudara-saudara sebangsa di Kalimantan.
DPW PPP Jawa Timur juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap informasi mengenai karhutla, tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, serta mendukung upaya pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Dari Jawa Timur, kami berdoa untuk Kalimantan.
Semoga api segera padam.
Semoga asap segera menghilang.
Semoga hutan kembali hijau.
Semoga masyarakat kembali bernapas lega.
Dan semoga Allah SWT senantiasa melindungi seluruh saudara kita di Kalimantan.
Kalimantan tidak sendiri.
Jawa Timur bersama dalam doa.
PPP hadir dalam kepedulian.
Pray for Kalimantan.

