https://kinganddukeatl.com

https://greenopportunities.org

https://www.bunzburgerz.com

https://www.depotbaltimore.com

https://eis.yru.ac.th/-/dragon222/

https://booking.yru.ac.th/-/rajagacor/

pemkab kediri – nusantara7

https://kinganddukeatl.com

https://greenopportunities.org

https://www.bunzburgerz.com

https://www.depotbaltimore.com

https://eis.yru.ac.th/-/dragon222/

https://booking.yru.ac.th/-/rajagacor/

Kediri Sabet Penghargaan P4 ke-4, berkat komitmen dalam pelayanan Terbaik

Kediri Sabet Penghargaan P4 ke-4, berkat komitmen dalam pelayanan Terbaik

Nusantara7,Kediri – Pemerintah Kota Kediri meraih penghargaan pada Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (P4) ke-4. Apresiasi ini diberikan pemerintah pusat karena komitmen kuat Kota Kediri dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyatakan penghargaan ini menjadi pendorong semangat bagi Pemerintah Kota Kediri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Terutama pelayanan pengaduan masyarakat.

Pemkot Kediri telah membuat berbagai kanal aduan mulai dari aplikasi berbasis website, SMS, Whatsapp, media sosial, telepon, dan kanal aduan lainnya. Masyarakat kini dengan mudah melayangkan aduan terkait pelayanan yang didapatkan dari instansi Pemkot.

“Alhamdulillah kami mendapat apresiasi berupa penghargaan ini. Berbagai kanal aduan kami buat untuk masyarakat. Tujuannya menyelesaikan permasalahan masyarakat,” ujarnya.

Bahkan Pemkot Kediri masuk dalam lima besar kategori Instansi Pemerintah Umum Aspek Keberlanjutan, Konektivitas dan Dampak Terbaik. Menyisihkan 434 peserta dari seluruh kementerian, lembaga, BUMN, BUMD, dan pemerintah kabupaten/kota di Indonesia.

Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Kementrian PAN-RB Rini Widyantini dan diterima Asisten Administrasi Umum Nur Muhyar, Kamis (16/6/2022) di Hotel Ritz Carlton Jakarta.

“Intinya solusi pelayanan ini selain mempermudah dan mempercepat, juga yang paling penting ada dampak nyata dan berkelanjutan. Karena prinsipnya, pelayanan terbaik jangan hanya di era saya menjabat, tapi kelak juga akan bisa dilanjutkan oleh pemimpin selanjutnya, kami sudah buatkan roadmapnya secara jangka panjang,” imbuh wali kota.

Abdullah Abu Bakar menambahkan Pemerintah Kota Kediri akan terus memperbaiki layanan publik. Perbaikan yang dilakukan mengikuti era digital. Sehingga dalam merespon aduan akan lebih cepat dan tepat.

“Apa yang masih menjadi kekurangan akan terus kami perbaiki. Harapannya pelayanan di Kota Kediri semakin lebih baik lagi untuk masyarakat,” imbuhnya.

Kompetisi P4 diselenggarakan oleh Kementrian PAN-RB yang bekerjasama dengan Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Kominfo, Kantor Staf Presiden, dan Ombudsman. Seperti tahun sebelumnya, kompetisi ini didukung pula oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan United Nations Development Programme (UNDP).

Salah satu tujuan diselenggarakannya penganugerahan ini yakni sebagai strategi untuk memberikan contoh praktik baik kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Terutama dalam hal pertukaran pengalaman dan pembelajaran pengelolaan pengaduan pelayanan publik.

Layanan pengaduan Pemerintah Kota Kediri merupakan bentuk dari transparansi serta implementasi Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dimana setiap Informasi Publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap Pengguna Informasi Publik.

Di samping itu setiap Informasi Publik harus dapat diperoleh setiap Pemohon Informasi Publik dengan cepat dan tepat waktu, biaya ringan, dan cara sederhana. Untuk meraih penghargaan ini, Pemerintah Kota Kediri telah melewati serangkaian seleksi. Mulai tahap evaluasi dokumen hingga wawancara pada ruang virtual. [bj]

Bonsai tembus pasar luar negeri Harap Pemkab Kediri

Bonsai tembus pasar luar negeri Harap Pemkab Kediri

nusantara7.com, Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengharapkan agar budi daya tanaman bonsai bisa lebih luas lagi pasarnya, bahkan mampu menembus pasar luar negeri seperti tanaman hias lainnya.

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mendorong agar para pembudidaya menjadi lebih bersemangat sehingga hasil tanaman pun nanti juga bisa menembus pasar ekspor seperti tanaman hias.

“Kami harap bonsai ini nantinya bisa menembus pasar ekspor menyusul bunga (tanaman hias), bisa masuk ke negara lain,” kata Wabup di Kediri, Jumat.

Komunitas pecinta tanaman bonsai menggelar pameran bonsai di area Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dengan protokol kesehatan yang ketat.

Panitia acara, Edi Yuwono mengatakan kegiatan pameran ini sengaja digelar sebagai salah satu upaya mendorong para pembudidaya tanaman bonsai untuk semangat lagi dalam budi daya.

“Kegiatan ini diikuti teman-teman pemula. Awalnya, kami memasang target bisa masuk 150 pohon, ternyata sat ini sudah 215 pohon dan ini melampaui target,” katanya.

Ia juga mengatakan, persiapan kegiatan ini sangat singkat sekitar dua pekan. Namun, animo para peserta ternyata juga sangat bagus, yang terbukti dari jumlah peserta yang cukup banyak.

Pameran ini diikuti pecinta tanaman bonsai dari berbagai daerah baik Kediri hingga Surabaya. Pameran digelar di halaman Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, pada 2-6 Desember 2021. Tanaman yang dibawa pun beragam.

Dalam kegiatan ini, selain pameran juga ada lomba. Para peserta bisa ikut di kelas prospek mulai dari small (0-30 centimeter), medium (31-60 cm), large (61-90 cm), dan extra large (91-120 cm).

Sedangkan di kelas jadi, peserta bisa mendaftar di kategori small (0-30 centimeter), medium (31-60 cm), large (61-90 cm), dan extra large (91-120 cm). Kegiatan lomba itu juga memperebutkan hadiah hingga jutaan rupiah.

Kegiatan ini juga digelar dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Setiap tamu yang berkunjung harus menunjukkan kartu vaksinasi atau aplikasi PeduliLindungi. Panitia juga melakukan cek suhu badan. Jika suhu badan tinggi, tidak diizinkan untuk masuk ke lokasi.

Selain itu, di lokasi pun jumlah peserta yang masuk juga dibatasi. Hal ini guna mencegah adanya kerumunan, karena saat ini masih pandemi COVID-19. (ant)

Pemkab Kediri Apresiasi Ribuan Penerima PKH Mengundurkan diri Secara Mandiri

Pemkab Kediri Apresiasi Ribuan Penerima PKH Mengundurkan diri Secara Mandiri

Nusantara7.com, Kediri  – Pemerintah mengapresiasi banyaknya jumlah warga yang masuk dalam daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) mengundurkan diri secara mandiri. Pengunduran diri itu menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Koordinator PKH Kabupaten Kediri Totok Agung Pujiarto menyampaikan, sampai dengan bulan September 2021, tercatat yang telah keluar dari kepesertaan PKH sejak 2018-November 2021 sebesar 38.633 KPM PKH. Adapun, KPM PKH yang keluar dari kepesertaan PKH dinamakan sebagai KPM graduasi.

“Jumlah itu (38.633) ada yang graduasi secara alami, ada yang sejahtera mandiri, ada pula yang tergraduasi by sistem karena data kependudukannya belum padan,” katanya.

Totok menjelaskan, yang dimaksud KPM Graduasi secara alami yakni keluar dari kepesertaan karena sudah tidak memiliki persyaratan komponen PKH. Komponen itu meliputi ibu hamil, balita, anak sekolah mulai SD, SMP, SMA, lansia dan disabilitas berat. Adapun jumlahnya sebanyak 28.645 KPM.

Kemudian, graduasi sejahtera mandiri yakni mereka yang keluar karena mengundurkan diri atas kesadarannya karena sudah sejahtera. Jumlahnya, sebanyak 7.773 KPM. Adapun, yang tergraduasi by sistem, karena data kependudukan belum padan dengan DTKS sebanyak 2.215 KPM.

“Kita akan mendorong supaya KPM PKH dapat sejahtera dan mandiri, dan itu adalah salah satu tugas dari pendamping PKH,” ucapnya.

Untuk mencapai target itu, dalam setiap pertemuan bulan bersama KPM PKH, selalu disampaikan modul FDS (Family Development Session). Salah satunya adalah modul ekonomi yang berisi tiga sesi tentang pengelolaan keuangan keluarga, cermat meminjam dan menabung, terakhir merintis usaha.
“Harapannya KPM PKH dapat meningkat pengetahuannya dalam bidang ekonomi keluarga dan dengan rintisan usaha kecilnya, dapat meningkatkan taraf hidup menuju sejahtera dan mandiri,” paparnya.

Melihat jumlah kepesertaan KPM PKH yang mengundurkan diri secara mandiri sampai angka 7.773 KPM, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono atau akrab disapa Mas Dhito menyatakan, jangka panjang pemerintah menargetkan tidak ada lagi penerima manfaat. Capaian target itu dapat terwujud bilamana warga sudah naik pada tatanan level sejahtera.

“Tentunya kami berterimakasih kepada para petugas pendamping PKH yang telah bekerja keras membantu pemerintah menyelesaikan masalah kemiskinan di masyakat,” tandasnya. [brj]