https://kinganddukeatl.com

https://greenopportunities.org

https://www.bunzburgerz.com

https://www.depotbaltimore.com

https://eis.yru.ac.th/-/dragon222/

https://booking.yru.ac.th/-/rajagacor/

kali lamong – nusantara7

https://kinganddukeatl.com

https://greenopportunities.org

https://www.bunzburgerz.com

https://www.depotbaltimore.com

https://eis.yru.ac.th/-/dragon222/

https://booking.yru.ac.th/-/rajagacor/

Mensos Risma Turba Lihat Kondisi Pengungsi Banjir Kali Lamong

Mensos Risma Turba Lihat Kondisi Pengungsi Banjir Kali Lamong

Nusantara7.com, Gresik  – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini kecewa dengan pelayanan terhadap pengungsi banjir meluapnya Kali Lamong. Mantan Walikota Surabaya itu, turun ke bawah atau turba melihat langsung kondisi pengungsi di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Gresik, Minggu (7/11/2021).

Saat disidak pengungsi korban banjir tidak difasilitasi dengan baik. Mereka tidur seadanya tanpa alas kaki. Tidak hanya itu, tenda yang dibangun warga dibuat secara swadaya. Kondisi ini sangat memprihatinkan jika saat turun hujan lebat. Pasalnya, tidak yang didirikan warga dikuatirkan tidak kuat menahan air. “Saya tidak punya kewenangan disini. Saya hanya bantu sesuai tupoksi saya. Makanya kami membantu tenda yang permanen buat warga,” ujarnya

Risma menambahkan, guna meringankan beban warga yang menjadi korban banjir. Pihaknya akan berkordinasi dengan pemerintah daerah mengupayakan dibangun tenda sementara.

Saat berkunjung ke lokasi banjir. Mensos Tri Rismaharini membagikan 260 paket makanan siap saji, makanan anak 420 paket, family kit 20 paket, kida ware 98 paket, matras 50 lembar, tenda gulung 150 lembar, kasur 30 lembar, selimut 50 lembar dan sarung 100 potong.

Sementara, Kades Cermen Moch. Suhadi menuturkan, selama 16 tahun terakhir, banjir kali ini merupakan terparah. Setidaknya ada, 1.766 jiwa yang terdampak banjir, dan 409 rumah warga terendam. “Ketinggian air cukup tinggi, sehingga warga mengungsi. Sekarang hujan tidak turun, air menyusut turun hingga setara pinggang orang dewasa,” ungkapnya.

Suhadi mengaku, banjir kali ini disebabkan dengan meluapnya sungai Kali Lamong yang menyebabkan 9 tanggul di desanya jebol. Menurutnya ini banjir terparah selama belasan tahun terakhir. Dia berharap pemerintah segera memberikan solusi suapaya banjir bisa diatasi.

“Untuk kebutuhan warga mulai dari kebutuhan makan setiap hari Insya Allah sudah kami penuhi. Sedangkan tempat pengungsian sudah tersedia di beberapa lokasi. Antara lain, sekolahan, rumat Pak RT, Masjid dan rumah warga,” pungkasnya. [brj]

Bupati dan Wabup Gresik Janji Di Depan Petani Tuntaskan Kali Lamong

Bupati dan Wabup Gresik Janji Di Depan Petani Tuntaskan Kali Lamong

Nusantara7.com, Gresik  – Permasalahan Kali Lamong yang kerap kali meluap saat musim hujan segera teratasi. Dihadapan puluhan petani Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme, Gresik. Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) bersama Wabup Aminatun Habibah (Bu Min) berjanji secepatnya menuntaskan Kali Lamong.

Persoalan itu harus segera diselesaikan. Pasalnya, selama ini Kali Lamong yang melintasi Desa Sukoanyar yang notabene merupakan daerah penghasil pertanian.

Berdasarkan data Dinas Pertanian (Distan) Gresik, luas lahan pertanian di Kecamatan Cerme sebesar 6.668 hektar dengan produksi 34.788 ton.

“Potensi sektor pertanian di Kecamatan Cerme diyakini akan lebih meningkat apabila masalah pengairan dan banjir Kali Lamong bisa dicarikan solusinya,” ujar Camat Cerme, Suyono, Selasa (5/10/2021).

Mengenai permasalahan iti, Wabup Gresik Bu Min menuturkan, masalah pengairan untuk lahan pertanian dan banjir Kali Lamong sudah menjadi fokus pemerintah daerah yang tertuang dalam program Nawa Karsa.

“Saat ini sudah dimulai penanggulangan banjir Kali Lamong. Pembebasan tanah dan normalisasi sudah dimulai sebagai salah satu usaha, sehingga ketika musim hujan tidak banjir. jadi panjenengan tandur niku tenang,” ujarnya.

Ia menjelaskan pengerukan sungai yang saat ini dilakukan bertujuan agar kedalaman sungai tidak semakin dangkal, sehingga debit air waktu musim hujan mampu ditampung dan tidak meluber.

“Ini sudah menjadi keinginan Pak Bupati dan Saya, Kali Lamong selain di keruk, juga dibuatkan sudetan untuk mengisi waduk – waduk yang nantinya akan digunakan untuk mengairi lahan pertanian waktu musim Kemarau,” paparnya.

Sementara Bupati Gresik Gus Yani mengatakan terkait dengan penanganan hama tikus. Menurutnya, selain menggunakan cara tradisional dan alami, juga sebaiknya memanfaatkan perkembangan teknologi.

“Anak-anak SMK kita ini pinter – pinter, langganan juara lomba robot. Saya sudah ketemu untuk dibuatkan robot pengusir tikus,” ungkapnya. (brj)

Pemkab Gresik Kebut Proyek Pembangunan Tanggul Parapet Kali Lamong, Optimis Selesai Akhir Tahun

Pemkab Gresik Kebut Proyek Pembangunan Tanggul Parapet Kali Lamong, Optimis Selesai Akhir Tahun

Nusantara7.com, Gresik – Pemkab Gresik terus mengebut pembangunan proyek tanggul parapet Kali Lamong di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik pasalnya pengerjaan baru berjalan 65 persen. Pembangunan proyek dua tahap itu optimis bakal selesai akhir tahun.

Sambil menunggu pengerjaan parapet yang dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Pemkab Gresik juga telah menganggarkan Rp 8,3 miliar yang diambil dari APBD 2021.

Sesuai planning-nya anggaran tersebut akan digunakan untuk normalisasi atau pengerukan sungai di wilayah Benjeng dan Balongpanggang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Achmad Wasil menuturkan, saat ini BBWS tengah menyelesaikan tanggul parapet sepanjang 1,3 kilometer. Pengerjaan itu menggunakan APBN senilai Rp 100 miliar.

“Selain membebaskan lahan, pemkab juga menganggarkan dana Rp 8,3 miliar. Dana itu rinciannya Rp 5 miliar untuk membeli tiga unit alat berat, dan Rp 3 miliar untuk pelaksanaan pengerukan sungai yang proses lelangnya menunggu P-APBD digedok,” tuturnya, Selasa (28/09/2021).

Wasil menjelaskan pengerukan sedimen yang berada di Kali Lamong itu akan dilakukan di Desa Lundo, Deliksumber, Munggugiyanti, Munggugebang, Banjaragung, dan Bulangkulon. Semua desa itu, berada di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang.

Ia menambahkan, tahun depan anggaran untuk pengerukan Kali Lamong sudah disiapkan sebesar Rp 5 miliar. Anggaran itu, diluar pembebasan lahan. Pasalnya, sampai tahun 2025 dana yang disiapkan buat pembebasan lahan mencapai Rp 799 miliar untuk pembebasan 282 hektar.

“Proyek penanganan banjir akibat meluapnya Kali Lamong ada beberapa tahapan. Diantaranya, pembangunan tanggul parapet, pembuatan embung, hingga sudetan,” imbuhnya.

Berdasarkan site plann-nya pengendalian Kali Lamong di Gresik meliputi di enam kecamatan dengan total luas 282,78 hektar atau 2.391 bidang. Rinciannya, tanah kas desa (TKD) 79 bidang, Wakaf 2 bidang, Pemerintah 1 bidang dan masyarakat 2.309 bidang. Sementara Kali Lamong sendiri melintasi Gresik sepanjang 64 kilometer. (brj)