https://kinganddukeatl.com

https://greenopportunities.org

https://www.bunzburgerz.com

https://www.depotbaltimore.com

https://eis.yru.ac.th/-/dragon222/

https://booking.yru.ac.th/-/rajagacor/

bpbd – nusantara7

https://kinganddukeatl.com

https://greenopportunities.org

https://www.bunzburgerz.com

https://www.depotbaltimore.com

https://eis.yru.ac.th/-/dragon222/

https://booking.yru.ac.th/-/rajagacor/

BPBD Sidoarjo catat ratusan rumah rusak akibat angin kencang

BPBD Sidoarjo catat ratusan rumah rusak akibat angin kencang

Nusantara7.com, Sidoarjo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mencatat sebanyak 291 rumah di empat desa di daerah ini rusak akibat angin kencang yang melanda pada Minggu petang.

 

Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo Dwijo Prawito, Minggu mengirimkan data resmi yang masuk akibat kejadian angin kencang tersebut di empat desa masing-masing Desa Sidokepung, Desa Entalsewu Kecamatan Buduran, Desa Tanjungsari Kecamatan Taman dan Desa Jati, Kecamatan Sidoarjo.

 

“Data kerusakan Desa Sidokepung total 268 rumah dan 57 kamar kos,” ujarnya.

 

Dirinya merinci, di desa tersebut yakni RT.16 RW.04 sebanyak 10 rumah, RT.12 RW 06 sebanyak 12 rumah, RT. 22 RW.06 sebanyak 19 rumah dan 14 kamar kos, RT.23 RW.06 sebanyak 54 rumah dan 30 kamar kos, RT.24 RW.06 sebanyak 54 rumah dan 4 kamar kos, RT.25 RW.06 sebanyak 30 rumah dan 9 kamar kos, RT.26 RW.06 sebanyak 19 rumah, RT.40 RW.07 sebanyak 50 rumah dan RT.46 RW.06 sebanyak 20 rumah.

 

“Kemudian di Desa Entalsewu di RT 17 RW 05 sebanyak 12 rumah, RT 14 RW 04 sebanyak 5 rumah, RT 13 RW 04 sebanyak 4 rumah,” ujarnya.

 

Ia mengatakan, di Desa Tanjungsari Kecamatan Taman tepatnya di RT.04 – 05 RW.05 sebanyak 2 rumah 1 tempat usaha. Kemudian di Desa Jati, Sidoarjo sebanyak 3 rumah dan di Desa Sumput kerusakan terjadi di SDN Sumput.

 

“Untuk pohon tumbang terjadi di Perumahan Kahuripan Village dan Perumahan Citra garden di Desa Entalsewu, Buduran. Kemudian di Jalan Kartini Kecamatan Sidoarjo serta di Jalan Raya Aloha Kecamatan Gedangan,” ujarnya.

 

Pihaknya juga mencatat korban luka-luka akibat bencana hidrometeorologi angin kencang kali ini yakni M. Zainul tertimpa pohon Jalan Raya Aloha, Moch Alonso tertimpa genting di Desa Sidokepung.

 

“Kemudian juga ada Sri Winarti dan Sri Winarsih warga Desa Sidokepung yang mengalami luka di kepala,” ujarnya. ant

Bupati YES Sidak Kesiapsiagaan Petugas Lapangan, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Bupati YES Sidak Kesiapsiagaan Petugas Lapangan, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Nusantara7.com, Lamongan  – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melakukan sidak kesiapsiagaan penanggulangan bencana di beberapa OPD, yakni Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU-SDA) dan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lamongan, pada Kamis (18/11/2021) hari ini.

Menurut Bupati yang akrab disapa Bupati YES, kewaspadaan terhadap berbagai jenis bencana hidrometeorologi harus ditingkatkan saat musim penghujan. Oleh karena itu, pihaknya mengarahkan semua unsur aparat agar siap siaga dan hadir di tengah masyarakat.

Dengan sinergitas dari seluruh instansi terkait, maka rasa aman dan nyaman yang diharapkan seluruh masyarakat Lamongan bisa terwujud. Hal itu sesuai dengan tagline Lamongan Megilan, huruf “N” yakni Nyaman.

“Mari kita terus hadir memberikan rasa nyaman dan aman untuk masyarakat. Tunjukkan bahwa kita mampu membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan, memberi perlindungan terutama di saat situasi bencana,” ungkap Bupati YES, Kamis (18/11/2021).

Orang nomor satu di Lamongan itu mengungkapkan, bahwa kesiapsiagaan yang dimaksud tersebut tidak hanya berupa fisik para personilnya, tetapi juga kesiapsiagaan peralatan dan perlengkapan.

“Maintenance terhadap peralatan dan perlengkapan harus diperhatikan dan dilakukan secara berkala agar saat sewaktu-waktu dibutuhkan gerak cepat, alat telah siap digunakan sesuai dengan SOP-nya,” tutur Bupati YES.

Tak hanya itu, Bupati YES juga menegaskan, agar ke depannya terdapat posko penanggulangan bencana 24 jam. Posko tersebut harus memantau debit air di semua titik air, sehingga kondisi debit air dapat diinformasikan secara langsung dan akurat.

“Saya minta untuk DPU SDA supaya menyiapkan posko penanggulangan bencana banjir 24 jam yang memantau debit air. Sehingga ketika sewaktu-waktu debit air naik dapat diketahui sedini mungkin. Serta kondisi di lapangan dapat diinformasikan secara akurat dan tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” terangnya.

Sebagai informasi, dalam menjalankan sejumlah tugas tersebut, Tim kesiapsiagaan bencana Pemkab Lamongan didukung oleh DPU SDA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Lamongan.

“Untuk mendukung sinergitas penanggulangan bencana tersebut telah disiapkan 30 personil Satpol PP dengan 3 armada yang terdiri dari 1 truk ban dobel dan 2 mobil panther untuk menangani bencana dan membantu masyarakat,” ujar Kepala Kantor Satpol PP Lamongan, Suprapto.

Selanjutnya dengan sinergitas tersebut, nantinya tim tidak hanya membantu mengavuaksi masyarakat terdampak bencana, namun juga siap memberi rasa aman, yakni membantu masyarakat dalam mengevakuasi sarang tawon, ular, dan lain-lain yang meresahkan masyarakat.[brj]