Salah menggunaan medsos, sebabkan kekerasan anak di Surabaya

Salah menggunaan medsos, sebabkan kekerasan anak di Surabaya

Nusantara7.com, Surabaya – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surabaya menyebutkan timbulnya kasus kekerasan terhadap anak salah satunya karena penggunaan media sosial yang tidak sehat.

“Itu yang anak-anak sekarang tidak menggunakan gadget dengan sehat. Sebetulnya memang untuk tugas-tugas sekolah iya. Tapi untuk yang lainnya, mereka menggunakannya masih salah,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-P2KB) Kota Surabaya Ida Widayati dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Jumat.

Ida mencontohkan, kasus kekerasan terhadap anak bisa saja terjadi berawal dari perkenalan remaja melalui media sosial (medsos).

Data DP3A-P2KB mencatat, sejak bulan Januari – April 2023, kekerasan yang melibatkan anak di Surabaya mencapai 30-an kasus.

Meski demikian, kata dia, pihaknya menyatakan, selama ini terus intens untuk mencegah kasus kekerasan terhadap anak.

Upaya itu dilakukan dengan cara sosialisasi dinamika remaja dalam penggunaan medsos yang sehat ke sekolah hingga Pondok Pesantren.

“Itu disampaikan bagaimana menggunakan internet yang sehat, bagaimana ilmu tentang reproduksi,” katanya.

Tak hanya itu, Ida menyebut, upaya pencegahan kasus terhadap anak juga dilakukannya melalui sosialisasi yang diselenggarakan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di sejumlah Balai RW Kota Surabaya.

Di sana, lanjut dia, petugas tidak hanya menerima konseling tapi juga memberikan sosialisasi bagaimana menerapkan pola asuh orang tua terhadap anak atau parenting.

“Itu sudah jalan. Ini kami juga dibantu mahasiswa jurusan psikologi, mereka kan bisa menerima konseling di awal. Tapi nanti ketika kasusnya parah, tetap dirujuk ke Puspaga di Siola,” ujarnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya menilai jumlah kasus yang libatkan anak di Kota Pahlawan masih dalam kategori wajar sehingga tidak bisa digeneralisasi dengan jumlah anak di kota setempat.

“Dalam data Unit Perlindungan Anak masih kategori wajar dan itu jumlahnya sedikit. Jadi tidak bisa ketika ada kejadian satu, dua, ‘menggebyah uyah’ (digeneralisasi) dengan jumlah anak di Surabaya,” katanya.

Menurut dia, selama ini ketika ada satu atau dua kasus yang melibatkan anak di Surabaya selalu diekspos ke media massa sehingga hal itu membuat kasus anak di Surabaya terlihat tinggi. ant

Cegah inflasi, Pemkot Surabaya buka peluang kerja sama dengan PISS

Cegah inflasi, Pemkot Surabaya buka peluang kerja sama dengan PISS

Nusantara7.com, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya tengah berkonsentrasi terhadap penanganan inflasi barang-barang kebutuhan pokok di Kota Pahlawan, Jatim, salah satunya dengan bekerja saja dengan Pasar Induk Sidotopo Surabaya (PISS).

“Pemkot saat ini berkonsentrasi terhadap inflasi untuk bahan pokok, makanya kami bekerja sama dengan pasar induk dengan supplier (pemasok) yang ada di masing-masing wilayah,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Selasa.

Wali Kota Eri berharap dengan adanya pasar induk, maka kebutuhan pasar yang ada di Surabaya bisa terpenuhi. Yakni, pasar tradisional bisa mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok dengan harga yang sama, seperti saat mengambil barang pokok pada supplier (pemasok) dari luar Kota Pahlawan.

Dia menjelaskan semua itu akan tertata dan kalau sudah tertata maka infrastruktur Surabaya akan terjaga, kemudian kualitas barang bisa dijamin, dan yang paling penting adalah pemkot bisa mengendalikan harga.

“Sekarang ada empat pasar yang ambil supplier dari luar Surabaya dengan barang yang sama harganya, tetapi harganya ada yang Rp12.000, Rp12.500, Rp12.800, sampai Rp13.000. Tapi kalau sudah di pasar induk, maka di situlah saya bisa intervensi, bisa intervensi melalui subsidi BBM,” ucapnya

Oleh sebab itu, lanjut dia, Pemkot Surabaya tengah menyiapkan aplikasi yang menghimpun daftar harga barang-barang kebutuhan pokok.

Aplikasi tersebut akan terkoneksi dengan pasar induk, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, maupun Badan Pangan Nasional untuk mengetahui kebutuhan barang pokok yang ada di Kota Pahlawan.

“Contoh seperti beras, kita disuplai oleh Bulog. Agar barang ini tidak naik, maka kami memberikan subsidi angkutannya sehingga harga dari Bulog sampai ke pedagang pasar itu sama,” katanya.

Meski begitu, ia mengaku, bahwa kebutuhan beras bagi warga Kota Surabaya semakin meningkat. Sebab, alokasi sebanyak 20 ton beras Bulog hanya dapat mencukupi kebutuhan enam pasar di Kota Pahlawan.

“Kalau ada inflasi beras naik, maka kami bisa kerja sama dengan pasar induk karena pasar induk bisa menyiapkan dengan harga yang sama seperti Bulog. Pasar induk fungsinya seperti ini, bahkan saya setiap hari melakukan pengawasan itu melalui aplikasi harga pasar, maka inflasi itu bisa kita selesaikan dengan kita tekan,” katanya.

Selain itu, ia juga menyampaikan, berdasarkan arahan Presiden RI Joko Widodo, pemerintah daerah diharapkan dapat mengendalikan harga pasar.

“Jangan sampai dengan bahan pokok yang naik menyebabkan inflasi yang tinggi, akhirnya kehidupan masyarakat tidak sejahtera,” ujarnya.

Sedangkan untuk pasokan barang-barang kebutuhan pokok di Kota Surabaya saat ini masih tersedia.

“Jadi cadangan (persediaan) banyak tapi harganya yang harus dipotong. Kita harus tahu kenapa dipotong? dan terjadi masalah apa? Ini yang Insya Allah akan kita koordinasikan dengan Menko, Badan Pangan, bahkan perguruan tinggi untuk menjalankan pasar induk. Tentunya agar bisa menghentikan atau menahan laju inflasi, sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah,” katanya.

Wali Kota Eri sendiri telah menyaksikan penandatanganan kerja sama Pengembangan Kemitraan Closed Loop Agribisnis Hortikultura yang dilakukan antara PISS dengan produsen pemasok dari daerah di kantor PISS, Surabaya, pada Senin (15/5). ant

Bentuk Kampung Madani, Eri Cahyadi gandeng Muslimat NU

Bentuk Kampung Madani, Eri Cahyadi gandeng Muslimat NU

Nusantara7.com, Surabaya – Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Eri Cahyadi menggandeng Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) membentuk Kampung Madani atau perkampungan yang mengedepankan tenggang rasa, saling menghargai, membangun jejaring untuk mencapai kesejahteraan bersama.

“Saya titip kepada Muslimat NU, karena saya membangun Surabaya ini, ingin menjadikan setiap kampung menjadi Kampung Madani. Saya ingin menghidupkan kampung menjadi Kampung Madani, kampung yang bisa saling menghormati dan saling memiliki,” katanya dalam keterangan tertulis di Surabaya, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota saat bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Surabaya Rini Indriyani kala menghadiri Peringatan Harlah Muslimat NU ke-77 dan Halal Bihalal PC Muslimat NU Surabaya di Masjid Raya Islamic Center, Surabaya, Ahad (14/5) malam.

Pada kesempatan itu, Wali Kota berharap kepada segenap jajaran Muslimat NU Kota Surabaya, untuk senantiasa mengupayakan penguatan jalinan persaudaraan, kemitraan, kerja sama, dan sinergi antara ulama dan umaro, serta dengan seluruh elemen masyarakat lainnya.

Sebab, menurutnya, hal tersebut penting, agar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat selaras dengan kehendak dan aspirasi masyarakat, serta membawa kemaslahatan bagi warga Kota Surabaya.

Oleh sebab itu, ia meminta kepada Ketua GOW Surabaya, Rini Indriyani untuk mendampingi Ketua PC Muslimat NU Kota Surabaya, Hj. Lilik Fadhilah menggandeng Muslimat NU dari sebuah kampung untuk dijadikan sebagai percontohan Kampung Madani.

“Ibu Ketua PKK sekaligus GOW bersama bu Lilik ambil nanti dua orang Muslimat NU untuk bergerak di masing-masing, memberikan sebuah kesejahteraan dengan nikmat batiniahnya. Sebab, Surabaya memiliki kekuatan batiniah yang sangat luar biasa yang berasal dari seorang wanita karena di bawah telapak kaki seorang ibu adalah surga bagi kita,” kata Cak Eri panggilan lekatnya

Melalui Kampung Madani itu, kata dia, nanti seluruh elemen di Muslimat NU Surabaya turun memberikan pendampingan. Ia mencontohkan, seperti pembentukan akhlakul karimah bagi anak-anak di Surabaya, maka diharapkan Muslimat NU bisa ikut mengambil peran tersebut.

“Insya Allah, nanti ada di setiap Balai RW. Kalau itu sudah dilakukan pasti Surabaya lebih baik, dan bisa menjadi kota baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur,” demikian Eri Cahyadi. ant

Surabaya terus kembangkan pelayanan publik digital

Surabaya terus kembangkan pelayanan publik digital

Nusantara7.com, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan pelayanan publik secara digital terus dikembangkan di Kota Pahlawan, Jawa Timur, sebagai upaya memudahkan masyarakat mengurus perizinan dan lainnya.

“Sejak dipercaya memimpin Kota Pahlawan, ilmu-ilmu insinyur yang saya dapat di bangku kuliah itu saya terapkan di pemerintahan, dalam mengelola Pemkot Surabaya,” katanya melalui keteranga di Surabaya, Senin.

Ia mengatakan sistem tersebut sudah diterapkan di lingkungan Pemkot Surabaya dan terpajang di hampir semua kantor dinas, termasuk di ruang Klinik Investasi Gedung Siola Surabaya. Sistem itu bergerak secara otomatis di layar monitor itu memuat semua data tentang Surabaya, mulai data warga miskin, stunting, hingga kinerja dan capaian dinas dan kecamatan maupun kelurahan.

“Saya bisa buat sistem sedetail ini karena saya orang teknis. Ilmu teknis saya dan ilmu insinyur saya berjalan dalam mengelola pemerintah di Surabaya,” katanya.

Wali Kota yang baru saja meraih penghargaan Tokoh Inovasi Keinsinyuran dalam Pembangunan itu juga menjelaskan sesuatu yang dianggap tidak mungkin pada awal-awal dia menjabat, seperti dalam pengentasan kemiskinan.

“Awal-awal banyak yang bilang tidak mungkin bisa, seperti Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) dan juga Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP),” katanya.

Saat itu ia meminta DSDABM membuat pelatihan pembuatan paving. Jadi, data kemiskinan yang sudah dihimpun oleh Dinas Sosial dipilih-pilah dan bagi warga miskin yang berkenan untuk kerja menjadi pembuat paving dilatih oleh Dinas Sumber Daya Air dan setelah selesai pelatihan diberikan order oleh Pemkot Surabaya.

Sedangkan untuk DPRKPP, saat itu dia meminta membuat pelatihan tukang bangunan. Jadi warga miskin yang sudah didata pemkot dipilah-pilah dan yang berminat menjadi tukang bangunan dilatih.

Kemudian ketika Pemkot Surabaya melakukan Program Rulatihu, mereka inilah yang menggarapnya. Selain itu bahan-bahan bangunan itu juga diambilkan dari toko bangunan yang ada di sekitar rumah yang terkena Program Rutilahu itu.

“Di Surabaya ini, saya bikin banyak padat karya yang diantaranya itu bekerja jadi tukang bangunan dan juga pembuat paving. Jadi anggaran di setiap dinas itu tetap bisa digunakan untuk bisa mengentas kemiskinan di Surabaya,” katanya. ant

Aksi Menebar Kebaikan, PW AMK JATIM Bagikan Takjil Gratis di Alun-alun kota Mojokerto

Aksi Menebar Kebaikan, PW AMK JATIM Bagikan Takjil Gratis di Alun-alun kota Mojokerto

Nusantara7.com, Mojokerto – Momen bulan ramadhan tidak disia-siakan oleh umat untuk berbagi kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan. Sejumlah kader dan pengurus PW AMK Jatim dan PC AMK Mojokerto melakukan aksi bagi-bagi 800 takjil gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan, yang melintas di Alun-alun kota mojokerto , sabtu (8/4/203)

Pembagian takjil gratis ini dipimpin langsung oleh ketua PC AMK Kota Mojokerto Afik Anang Fauzi. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Banom Partai Pesatuan Pembangunan yakni Angkatan Muda Kakbah dalam mengabdikan dan kepedulian kepada masyarakat khususnya umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Continue reading →

Dekatkan Diri Dengan Masyarakat, PW AMK Jawa Timur Bagi-bagi Takjil di Kab. Gresik

Dekatkan Diri Dengan Masyarakat, PW AMK Jawa Timur Bagi-bagi Takjil di Kab. Gresik

Nusantara7.com-Gresik, PW AMK Jawa Timur bersama PC AMK Kab. Gresik menggelar kegiatan bagi-bagi takjil untuk pengguna jalan raya yang melintas di Gresik Kecamatan Cerme, Minggu (2/4/2023).Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian PW AMK Jawa Timur terhadap pengguna jalan yang masih harus berada di luar rumah ketika mendekati jam berbuka puasa.

Terlihat H. Khoirul Huda selaku Ketua DPC PPP Kab. Gersik dan beberapa jajaran pengurus harian lainnya , diantara nya KH. Murtadho Nur dan Ketua PAC PPP Kec. Cerme yakni Saudara Revany yang menggandeng sejumlah bacaleg dari dapil setempat.

Ketua PW AMK Jawa Timur, H. Ach. Silahuddin. S.Ip mengatakan, selain tujuan tersebut, kegiatan bagi takjil ini sebagai upaya mendekatkan diri pada masyarakat.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan upaya mendekatkan diri pada masyarakat. Apalagi bulan Ramadan dan bulan penuh berkah,” kata Gus Silahuddin.

Continue reading →

Perluasan misi dagang ke Kaltara di dukung penuh Bank Jatim

Perluasan misi dagang ke Kaltara di dukung penuh Bank Jatim

Nusantara7.com, Surabaya – Direktur Utama PT Bank Jatim Busrul Iman memastikan mendukung penuh langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang memperluas cakupan area misi dagang dengan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

“Salah satu misi Bank Jatim pada kegiatan ini adalah membantu UMKM Binaan untuk memperluas jaringan pasar,” kata Busrul melalui keterangan tertulis, Selasa.

Busrul mengaku sebagai bentuk upaya dukungan, Bank Jatim mengirimkan tiga pelaku usaha binaan ke acara “Misi Dagang dan Investasi” Pemprov Jawa Timur.

Pelaku usaha tersebut, yakni UKM KayuKayuku, produk batik dari UKM Ratu Butik, dan produk kopi dari UKM Pro Coffee.

UMKM binaan selama ini, tak hanya soal perbantuan akses pendanaan saja, namun juga rutin mendapatkan pendampingan serta dukungan dalam mengembangkan usahanya.

Diharapkan langkah itu bisa memberikan dampak pada perkembangan pelaku usaha skala kecil dan menengah untuk terus berkembang.

“Produk-produk unggulan UMKM Binaan Bank Jatim diharapkan mampu memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat di daerah Provinsi Kalimantan Utara,” ujarnya.

Sementara, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan “Misi Dagang dan Investasi” mampu mencatatkan komitmen transaksi senilai Rp 204 Miliar.

“Berkat gelaran Misi Dagang ini, Jawa Timur dan Kalimantan Utara sepakat melakukan komitmen transaksi senilai lebih dari Rp200 Miliar,” ucap Emil.

Menurutnya, langkah hubungan dagang  bakal terus berlanjut, khususnya mengoptimalkan keberadaan potensi bisnis di dua provinsi.

“Kami siap bersinergi dengan pola yang saling menguntungkan bersama Provinsi Kalimantan Utara, baik Business to Business maupun People to People,” tuturnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Utara Suriansyah menambahkan acara tersebut menjalan salah satu jalan untuk melakukan optimalisasi, sekaligus memberdayakan potensi masing-masing daerah.

“Mudah-mudahan Misi Dagang yang diikuti 150 pelaku usaha dari kedua provinsi, mengawali kerja sama bisnis yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat Jawa Timur serta Kalimantan Utara” ujar dia. ant

Pelayanan medis diberikan Djarum untuk masyarakat di PPDU Jombang

Pelayanan medis diberikan Djarum untuk masyarakat di PPDU Jombang

Nusantara7.com, Surabaya – Djarum Foundation melalui Djarum Sumbangsih Sosial memberikan pelayanan medis kepada masyarakat di Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Kabupaten Jombang.

“Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang merupakan lokasi kedua pelayanan medis masyarakat di Jawa Timur pada tahun 2023. Sebelumnya, pada 25 Februari 2023, kegiatan serupa digelar di Ponpes Al-Falah Ploso Kediri,” kata perwakilan dari Djarum Foundation, Legowo Kadri, dalam keterangannya, Senin.

Pihaknya menggandeng pesantren dalam kegiatan ini untuk meningkatkan peran pondok pesantren terhadap masyarakat.

Selain itu, selama ini pondok pesantren juga memberi banyak manfaat bagi warga sekitar. “Kegiatan di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang ini merupakan bakti sosial yang ke-62,” ujar Legowo.

Sementara itu, Founder YBSI Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, SpKL. Subsp.KT(K),SE., M.Kes., MH., C.FEM, mewakili Ketua Umum YBSI Virly Mavitasari menjelaskan, berbagai pelayanan kesehatan diberikan dalam pelayanan medis ini.

Mulai kesehatan umum, gigi, hingga pemeriksaan laboratorium. Termasuk juga memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pemulihan kesehatan pascapandemi COVID-19.

Dalam pelayanan medis di GOR Unipdu, pihaknya menerjunkan 30 hingga 40 tenaga medis terdiri dari dokter umum dan spesilais, dokter gigi, perawat, apoteker, serta petugas laboratorium.

“Sejak didirikan pada 2022, YBSI terus melakukan permberdayaan masyarakat. Salah satunya adalah melakukan peningkatan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Unhas (Universitas Hasanudin) Makassar 1988-1996 ini.

Perwakilan dari Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang, dr Zulfikar As’ad atau Gus Ufik menyambut baik kegiatan pelayanan medis masyarakat yang digelar oleh Djarum Sumbangsih Sosial bekerja sama dengan Yayasan Bangun Sehat Indonesiaku (YBSI), dan Rabithah Ma’had Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Jatim.

Menurut Gus Ufik, PPDU Rejoso Peterongan Jombang memiliki 11 ribu santri. Ada 12 lembaga pendidikan di pesantren tersebut, termasuk kampus Unipdu. Ribuan santri tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan Unipdu juga sudah memiliki rumah sakit, yakni RSUM (Rumah Sakit Unipdu Medika).ant

Eri Cahyadi sebut sertifikasi tanah wakaf di Surabaya bisa dipercepat

Eri Cahyadi sebut sertifikasi tanah wakaf di Surabaya bisa dipercepat

Nusantara7.com, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan pengurusan sertifikasi tanah wakaf bisa dipercepat dengan adanya kantor perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Kota Pahlawan.

“Permasalahan sertifikasi tanah wakaf di Surabaya bisa dipercepat, di samping itu dibantu oleh jajaran dari Pemerintah Kota,” kata Eri Cahyadi dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Jumat.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri menjelaskan, dengan diresmikannya kantor BWI di Surabaya pada Kamis (16/3), maka bukan hanya untuk menyelesaikan perkara wakaf saja, tetapi juga berperan menyelesaikan permasalahan sosial yang dialami warga Surabaya.

Dalam menyelesaikan permasalahan sosial itu, BWI berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya, membentuk program Kampung Madani. Program ini untuk mengetahui jumlah warga yang wajib membayar zakat, dan berhak menerima zakat.

“Ketika Baznas berjalan bersama BWI, bukan hanya hilang kemiskinannya, akan tetapi jiwa dan rohaninya akan penuh dengan islami. Insya Allah kalau Surabaya ini sudah terlepas dari kemiskinan dan dasar agama, batiniah, lahiriahnya terpenuhi, maka kota ini menjadi baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” kata Cak Eri.

Rencananya, kata dia, program Kampung Madani akan dijalankan setelah lebaran Idul Fitri tahun 2023. Program ini akan digerakkan secara langsung oleh BWI Surabaya bersama Baznas dan Pemkot.

Ketua Pelaksana BWI Pusat Mohammad Nuh sebelumnya berharap, dengan diresmikannya kantor perwakilan BWI Surabaya ini, dapat melakukan percepatan program yang bermanfaat untuk masyarakat Kota Pahlawan.

“Diharapkan bisa cepat melaksanakan program-program yang salah satunya adalah sertifikasi tanah wakaf, baik itu berupa masjid, musala dan sebagainya. Sehingga tidak menjadi rebutan, karena ada sertifikat wakaf,” kata Nuh.

Dengan hadirnya BWI perwakilan Surabaya, Nuh optimistis bisa mengentaskan kemiskinan melalui program Kampung Madani. Dia berharap setelah warga miskin terlepas dari kemiskinan, kualitas hidupnya bisa semakin baik.

“Baik kualitas jasmaniah, maupun kualitas hidup rohaninya,” kata dia.ant

Penyelewengan 18 ton pupuk bersubsidi di Sumenep digagalkan polisi

Penyelewengan 18 ton pupuk bersubsidi di Sumenep digagalkan polisi

Nusantara7.com, Madura Raya – Aparat Kepolisian Resor Sumenep, Madura, menggagalkan upaya penyelewengan 18 ton pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh oknum warga di wilayah itu.

Menurut Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko di Sumenep, Rabu, pupuk bersubsidi itu merupakan alokasi untuk masyarakat petani setempat yang akan tetapi hendak dikirim ke daerah lain.

“Penangkapan atas upaya penyelewengan pupuk bersubsidi ini pada 8 Maret 2023 sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Raya Pamekasan-Sumenep, yakni di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan,” kata Kapolres.

Ia menjelaskan pelaku sebanyak tiga orang, yakni HA warga Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, IH warga Kecamatan Larangan, dan WA sebagai pemilik barang.

HA dan IH merupakan sopir truk, sedangkan WA merupakan pemilik barang warga asal Kecamatan Bluto

“Yang kami tangkap adalah HA dan IH, sedangkan WA masuk dalam dafar pencarian orang (DPO),” katanya.

Pupuk bersubsidi yang hendak diselewengkan itu jenis pupuk urea 240 sak, dan pupuk phonska 120 sak.

Kapolres menjelaskan sesuai dengan ketentuan, pupuk bersubsidi hanya bisa disalurkan sesuai dengan daerah yang telah ditetapkan dan tidak boleh disalurkan ke daerah lain.

“Jadi, pupuk bersubsidi untuk masyarakat petani di Kabupaten Sumenep hanya bisa disalurkan di Sumenep dan tidak boleh didistribusikan ke daerah atau kabupaten lain,” katanya.

Selain itu, sistem penyaluran melalui kelompok tani, sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang telah diajukan kepada pemerintah.

“Kenyataannya, pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Sumenep ini malah dibawa ke luar Sumenep kemudian dijual dengan harga 2-3 kali lipat. Jadi modus penyelundupan pupuk ini tentu saja ingin mendapatkan keuntungan pribadi,” kata kapolres.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, polisi menjerat kedua pelaku dengan Pasal 6 ayat 1 huruf b junto Pasal 1 Ke 3 (e) Undang- Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1995 tentang Pengusutan, Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi Subsider Pasal 21 junto Pasal 30 Peraturan Menteri Perdagangan nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian junto Pasal 55 Ayat Ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun penjara.

“Karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun, mereka tidak ditahan, namun dikenai wajib lapor,” terang Kapolres.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengapresiasi keberhasilan petugas menggagalkan penyelewengan alokasi pupuk bersubsidi untuk masyarakat petani di wilayah itu.

“Terima kasih kepada Polres Sumenep, karena dengan keberhasilan institusi ini, maka jatah pupuk petani Sumenep yang hendak dijual ke daerah lain berhasil diselamatkan. Jika pengiriman pupuk bersubsidi ke luar daerah itu terjadi, maka yang rugi adalah petani,” kata bupati.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini selanjutnya meminta dinas terkait untuk menelusuri siapa pemilik kios yang telah menjual pupuk bersubsidi tersebut secara tidak prosedural. ant